Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gubernur Kalbar Ria Norsan Resmikan Bank Kalbar Syariah di Sintang, Targetkan Ekspansi 2026

Novantar Ramses Negara • Kamis, 18 Desember 2025 | 09:29 WIB

 

SAMBUTAN: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan sambutan saat peresmian Kantor Cabang Bank Kalbar Syariah Sintang.
SAMBUTAN: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan sambutan saat peresmian Kantor Cabang Bank Kalbar Syariah Sintang.

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meresmikan Kantor Cabang Bank Kalbar Syariah Sintang, Minggu (14/12). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peningkatan status kantor Bank Kalbar Syariah di Sintang menjadi kantor cabang penuh. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sintang.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada jajaran PT Bank Kalbar serta seluruh pihak yang mendukung pengembangan layanan perbankan syariah di daerah. Menurutnya, peningkatan status kantor cabang tersebut mencerminkan komitmen Bank Kalbar dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses pembiayaan masyarakat, serta menghadirkan produk perbankan yang kompetitif dan inklusif.

“Peningkatan status ini menunjukkan keseriusan Bank Kalbar dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat serta memperkuat ekonomi syariah di Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membesarkan Bank Kalbar. “Bank Kalbar adalah bank kite, punye kite,” katanya.

Ria Norsan menegaskan bahwa Bank Kalbar Syariah hadir sebagai alternatif layanan perbankan bagi masyarakat yang memilih sistem nonkonvensional. Salah satu kontribusinya adalah penerapan sistem bagi hasil melalui skema mudharabah. “Konsep bagi untung dan bagi hasil ini dibenarkan sepenuhnya oleh agama,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur menjamin keamanan dana masyarakat yang disimpan di Bank Kalbar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, bertanggung jawab memastikan kepercayaan publik tetap terjaga. “Kami akan menjaga keamanan dana masyarakat. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Ia juga menyebut Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, merupakan putra asli Sintang yang diharapkan dapat berkontribusi membangun daerah melalui berbagai program perbankan. Menutup sambutannya, Ria Norsan mengajak masyarakat untuk membudayakan menabung. “Mari kita besarkan Bank Kalbar. Jangan simpan uang di bawah bantal, simpanlah di Bank Kalbar. Muda menabung, tua beruntung,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi menjelaskan bahwa peningkatan status Bank Kalbar Syariah Sintang bertujuan mengoptimalkan layanan perbankan syariah di wilayah tersebut. Kantor cabang ini berada di kawasan strategis yang merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis. “Sebelumnya, Bank Kalbar Syariah telah hadir di Sintang melalui Kantor Cabang Pembantu sejak tahun 2012. Peresmian hari ini merealisasikan rencana yang sempat dijadwalkan sebelumnya,” ungkap Rokidi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas dukungan terhadap pengembangan perbankan syariah di daerah. Dalam kesempatan itu, manajemen Bank Kalbar Syariah juga mengumumkan rencana ekspansi ke wilayah hulu Kalimantan Barat. Pada 2026, Bank Kalbar Syariah menargetkan pembukaan kantor cabang pembantu di Kabupaten Melawi dan Putussibau. “Saat ini, Bank Kalbar Syariah memiliki lima kantor cabang dan tiga kantor cabang pembantu di Sintang, Ketapang, Kota Pontianak, Singkawang, dan Sambas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat Rochma Hidayati menegaskan komitmen OJK dalam mendukung penguatan ekonomi daerah dan pengembangan perbankan syariah di Kalimantan Barat. Menurutnya, OJK telah menyiapkan peta jalan pengembangan perbankan syariah hingga 2027. Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar, mengingat karakter masyarakatnya yang heterogen dengan populasi signifikan yang mendukung pengembangan ekonomi syariah. “Bersama-sama kita perkuat sinergi untuk mendukung ketahanan ekonomi Kabupaten Sintang,” kata Rochma.

Ia mengapresiasi langkah Bank Kalbar membuka kantor cabang syariah di wilayah hulu Kalimantan Barat. Selama ini, kata dia, sebagian besar layanan perbankan masih terpusat di wilayah hilir. Pembukaan cabang di Sintang dinilai akan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Selain Sintang, OJK juga mendukung rencana pembukaan KCP di Melawi dan Kapuas Hulu.

Rochma turut menyoroti tantangan literasi dan inklusi keuangan syariah. “Produk konvensional memiliki tingkat inklusi tinggi, tetapi literasinya rendah. Sementara perbankan syariah justru memiliki literasi tinggi, namun inklusinya masih rendah,” paparnya. Saat ini, pangsa pasar bank syariah di Kalimantan Barat masih sekitar 10 persen. OJK menargetkan peningkatan pangsa pasar tersebut hingga minimal 15 persen melalui perluasan jaringan dan edukasi keuangan. (mse/r)

Editor : Hanif
#ria norsan #kantor cabang #sintang #ekonomi syariah #layanan inklusif #Bank Kalbar Syariah #gubernur