PONTIANAK POST – Akademi Farmasi (AKFAR) YARSI Pontianak kembali melahirkan tenaga ahli farmasi melalui Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Program Diploma III Farmasi Tahun Akademik 2024/2025, Rabu (18/12) Ballroom Hotel Novotel. Pada wisuda kali ini, sebanyak 170 mahasiswa dinyatakan lulus, terdiri dari 169 lulusan Angkatan 2022 dan satu lulusan Angkatan 2021, sehingga total lulusan AKFAR YARSI Pontianak hingga saat ini mencapai 2.087 orang.
Direktur AKFAR YARSI Pontianak, apt. Adhisty Kharisma Justicia, M.Sc., dalam laporan pendidikannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian dan perjalanan profesional para lulusan di tengah masyarakat.
Ia mendorong para wisudawan untuk terus mengembangkan diri, baik dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengaplikasikan ilmu di dunia kerja, maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Setelah menyelesaikan dunia perkuliahan, lahan pengetahuan justru semakin luas. Keberhasilan sejati adalah seberapa cepat para lulusan dapat mengabdi, berkarya, dan meraih prestasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Adhisty menjelaskan, AKFAR YARSI Pontianak terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dan berkarakter. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan standar kompetensi yang berlaku, serta diperkuat dengan pendidikan karakter (character building) guna membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, dan budi pekerti luhur.
“Dunia pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Kami ingin lulusan AKFAR YARSI Pontianak menjadi tenaga farmasi yang berintegritas dan beretika dalam menjalankan profesinya,” tegasnya.
AKFAR YARSI Pontianak yang berdiri sejak tahun 2000 juga terus meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pembelajaran. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya Peringkat Akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yang menegaskan kualitas institusi dan lulusan yang dihasilkan.
Dari sisi kerja sama, AKFAR YARSI Pontianak secara aktif memperluas jejaring nasional dan internasional. Di tingkat nasional, kerja sama dijalin dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, serta sejumlah pemerintah daerah.
Sementara di tingkat internasional, kemitraan dilakukan dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Lincoln University College, Universiti Kebangsaan Malaysia, University College Sedaya International Malaysia, Management and Science University Malaysia, Malaysian Allied Health Science Academy Malaysia, Polytechnic University of the Philippines, Academic International Consortium Indonesia, serta UTKAL University India.
“Kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan perspektif global dalam proses pendidikan,” kata Adhisty.
Dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, AKFAR YARSI Pontianak juga mencatatkan capaian signifikan. Hingga saat ini, total publikasi ilmiah yang dihasilkan mencapai 270 publikasi, yang terdiri dari jurnal internasional bereputasi (Scopus), jurnal internasional, serta jurnal nasional terakreditasi SINTA. Capaian tersebut menjadi bukti kontribusi akademik sivitas AKFAR YARSI Pontianak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Pada tahun 2025, sejumlah dosen AKFAR YARSI Pontianak juga meraih prestasi membanggakan. Dina Yuspita Sari meraih penghargaan Best Presenter pada The 2nd International Symposium of Cosmetics di Universitas Airlangga, Surabaya, 6 Desember 2025. Selain itu, beberapa dosen berhasil menulis buku referensi dan buku ajar di bidang farmasi, antara lain Farmakologi Klinis, Farmasi Fisika dan Rekayasa Teknologi Formulasi, Farmasi Komputasi, Farmasi Integratif, hingga Bakteriologi, yang seluruhnya telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dari sisi profil lulusan, mayoritas wisudawan berasal dari Kalimantan Barat, yakni sebesar 98,5 persen. Rinciannya, Kota Pontianak 56,8 persen, Kabupaten Mempawah 7 persen, Sambas 6 persen, Kubu Raya 6 persen, Kapuas Hulu 6 persen, Ketapang dan Sintang masing-masing 4,1 persen, Sanggau 2,9 persen, Kayong Utara 2,3 persen, Sekadau 1,7 persen, Bengkayang 1,1 persen, serta Singkawang 0,5 persen. Sementara lulusan dari luar Kalbar berasal dari Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Jawa Barat, masing-masing 0,5 persen.
Adhisty menyebutkan, IPK rata-rata lulusan tahun 2025 mencapai 3,36. Sebanyak 71 lulusan melanjutkan studi ke jenjang Strata 1 (S1), sementara mayoritas lainnya telah terserap di dunia kerja, terutama di apotek, rumah sakit, dan klinik.
Sejumlah mahasiswa juga mencatatkan prestasi akademik dengan IPK tertinggi, di antaranya Vinda Putri Arista (3,80), Nyemas Diyana Lestari (3,77), Putri Eni Gueni (3,77), Chiqa Imazilia Salmanda (3,75), dan Nurul Hajijah (3,68). Di bidang nonakademik, mahasiswa AKFAR YARSI Pontianak juga meraih berbagai penghargaan nasional, mulai dari lomba karya tulis ilmiah, pencak silat, hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga kompetisi vlog.
Selain prestasi individu, AKFAR YARSI Pontianak juga mendorong mahasiswa aktif dalam organisasi dan kepemimpinan. Salah satunya, Siti Ellaseptia Ningsih yang menjabat sebagai Ketua Regional 3 Ikatan Mahasiswa Diploma Farmasi Indonesia (IKMADIFARI) Periode 2023–2024 serta terpilih sebagai Mahasiswa Terfavorit dalam Mobility Program Batch 3 by OBATapps.
Dengan dukungan fasilitas laboratorium terstandar, pembelajaran berbasis praktik, serta sistem teknologi informasi terintegrasi, AKFAR YARSI Pontianak optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang unggul secara kompetensi teknis, profesionalisme, dan kepekaan sosial.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pendidikan. Harapannya, AKFAR YARSI Pontianak dapat menjadi rujukan praktik pendidikan yang baik di Indonesia,” tutup Adhisty. (mse/ser)
Editor : Miftahul Khair