Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bandara Supadio Siapkan Posko Terpadu, Prediksi 11 Ribu Penumpang per Hari Jelang Nataru

Ashri Isnaini • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:05 WIB

 

JELANG NATARU: Bandara Supadio mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru guna mengantisipasi lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun Baru.
JELANG NATARU: Bandara Supadio mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru guna mengantisipasi lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun Baru.

PONTIANAK POST - Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Bandara Internasional Supadio kembali mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan kelancaran penerbangan.

Airport Quality & SMS Department Head Bandara Supadio, Idham Rahadian, mengatakan kesiapan dilakukan melalui pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, kesiapan alat operasional, hingga pengaturan jam operasional bandara.

“Jam operasional Bandara Supadio saat ini dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. Namun, apabila terjadi keterlambatan penerbangan dari bandara lain menuju Pontianak, kami siap melakukan penyesuaian jam operasional,” ujar Idham saat ditemui di Bandara Supadio, Kamis (18/12).

Ia menjelaskan, Posko Terpadu Nataru melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Balai Kekarantinaan Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta unsur maskapai penerbangan. Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memantau pergerakan penumpang sekaligus mengantisipasi potensi gangguan operasional selama periode Nataru.

Berdasarkan perkiraan, puncak arus penumpang di Bandara Supadio diprediksi terjadi pada Sabtu, 21 Desember 2025. Pada hari tersebut, jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 10.000 hingga 11.000 orang per hari. Secara keseluruhan, pergerakan pesawat selama periode Nataru diprediksi meningkat sekitar 8 persen, sementara jumlah penumpang naik hingga 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk penerbangan internasional, Bandara Supadio saat ini melayani rute Pontianak–Kuching sebanyak dua penerbangan serta rute Pontianak–Kuala Lumpur satu penerbangan. Meski belum terdapat penambahan frekuensi penerbangan, tingkat keterisian penumpang pada rute internasional tersebut diperkirakan mengalami peningkatan selama masa libur akhir tahun.

Sementara itu, Branch Communication & CSR Department Head Bandara Supadio, M. Joko Wahyudi, menyampaikan bahwa posko terpadu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung bagi petugas, termasuk penyediaan air minum dan konsumsi. Selain itu, layanan kesehatan turut disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

“Kami menyiapkan ambulans dari Balai Kekarantinaan Kesehatan serta layanan poliklinik di dalam terminal bagi penumpang yang membutuhkan penanganan medis,” kata Joko.

Terkait harga tiket pesawat, pihak Bandara Supadio menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam penetapan tarif. Namun, selama periode Nataru, bandara memberikan diskon tarif jasa kebandarudaraan sesuai dengan kebijakan yang berlaku sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran angkutan udara.

Sementara itu, saat meninjau posko  Terpadu Angkutan Udara Nataru di Bandara Internasional Supadio, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Hermanus, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran lalu lintas angkutan barang dan penumpang selama periode Nataru. Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran jajaran Dinas Perhubungan Kalbar di Posko Terpadu Nataru Bandara Supadio.

“Kehadiran kami di posko terpadu ini menjadi bukti bahwa Dinas Perhubungan bersama seluruh stakeholder berkomitmen mendukung kelancaran lalu lintas angkutan barang dan penumpang, baik darat, laut, maupun udara,” ujar Hermanus.

Dia menyebutkan, selain di bandara, pihaknya juga telah mengikuti apel kesiapan angkutan laut serta menugaskan personel Dinas Perhubungan, termasuk dari jajaran BPTD, untuk bersiaga di posko terpadu bandara maupun pelabuhan.

Hermanus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan selama periode Nataru, salah satunya keterlambatan penerbangan yang dapat mencapai satu hingga dua jam. Kendati demikian, secara umum pelayanan terhadap penumpang dinilai berjalan dengan baik.

Terkait tarif tiket pesawat, Hermanus menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden dan Gubernur Kalimantan Barat, pemerintah telah mengimbau seluruh maskapai penerbangan agar menurunkan harga tiket menjelang Nataru. Imbauan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan.

“Harapannya, dengan penyesuaian tarif ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses transportasi udara selama momen Nataru,” tutupnya. (ash)

Editor : Hanif
#Puncak Arus #bmkg #nataru #bandara supadio #Posko Terpadu