Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

HUT ke-26 DWP Kalbar, Peran Perempuan Dinilai Kunci Indonesia Emas 2045

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:29 WIB
ARAHAN: Hj. Erlina Norsan menyampaikan arahan pada peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Senin (15/12).
ARAHAN: Hj. Erlina Norsan menyampaikan arahan pada peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Senin (15/12).

PONTIANAK POST – Ambisi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, menurut Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Erlina Norsan, tidak akan tercapai hanya lewat kebijakan dan teknologi. Fondasi utamanya justru dibangun dari rumah, melalui ketahanan keluarga dan peran strategis perempuan dalam mendidik generasi masa depan.

Penegasan itu disampaikan Erlina saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan yang digelar di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (15/12). Peringatan tahun ini mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia berakar pada karakter, nilai, dan pola asuh yang ditanamkan sejak dini dalam lingkungan keluarga.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson, Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, Ketua DWP Provinsi Kalbar Ny. Windy Prihastari Harisson, para kepala perangkat daerah, organisasi perempuan, serta Ketua DWP kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Erlina menilai perjalanan 26 tahun DWP menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa. Melalui semangat pengabdian dan gotong royong, DWP terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga berkualitas. “Indonesia Emas 2045 tidak lahir dari proses instan. Ia dibangun dari kesabaran, kerja keras, dan ketulusan yang ditanamkan sejak dari rumah, dari keluarga, dan dari peran perempuan yang penuh dedikasi,” ujarnya.

Menurut Erlina, tantangan Kalimantan Barat yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, serta wilayah luas hingga perbatasan dan pedalaman, justru menempatkan DWP pada posisi yang semakin strategis. “DWP Kalimantan Barat harus hadir sebagai agen pembentuk karakter keluarga dan generasi masa depan yang berakar pada nilai lokal, berlandaskan kebhinekaan, namun tetap berwawasan global,” katanya.

Sejalan dengan tema peringatan, Erlina yang juga menjabat Ketua TP PKK Provinsi Kalbar menekankan sejumlah fokus DWP ke depan, mulai dari penguatan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter hingga penciptaan lingkungan rumah yang aman, hangat, dan bermartabat bagi tumbuh kembang anak.

Ia juga menyoroti pentingnya pola asuh yang adaptif di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial. DWP, kata dia, perlu aktif mengedukasi keluarga tentang literasi digital agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan etika dan jati diri.

Selain itu, peningkatan kapasitas ibu sebagai pendidik pertama dan utama menjadi perhatian, termasuk dalam aspek pengetahuan pengasuhan, kesehatan keluarga, dan keterampilan pendukung ekonomi rumah tangga. “Kolaborasi lintas sektor harus terus diperluas, termasuk menanamkan nilai toleransi dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini sebagai penguat persatuan,” tambahnya.

Erlina juga menegaskan bahwa ketahanan ekonomi keluarga merupakan penopang penting pendidikan dan masa depan anak. Selama lebih dari dua dekade, DWP dinilai telah berkontribusi dalam mendorong transformasi sosial dan penguatan kualitas keluarga di Kalimantan Barat.

Ia kembali mengingatkan konsep asah, asih, dan asuh sebagai kunci pendidikan anak. Asih adalah kasih sayang tulus, asuh mencakup pemenuhan nutrisi, perlindungan, dan perawatan, sementara asah berkaitan dengan stimulasi, pendidikan, serta pendampingan yang memadai.

Menutup sambutannya, Erlina berharap DWP terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi perempuan yang produktif dan berkelanjutan. “Saya berharap Dharma Wanita Persatuan semakin matang dalam visi, semakin kuat dalam peran, dan semakin luas dalam manfaat. Jadikan DWP bukan hanya aktif dalam kegiatan, tetapi hidup dalam nilai dan kebersamaan,” tutupnya. (mse/r)

Editor : Hanif
#Erlina Norsan #perempuan #ketahanan keluarga #Indonesia Emas 2045 #peran strategis #pendidikan anak