PONTIANAK POST — Suasana Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin (22/12), berlangsung khidmat dan penuh optimisme. Harapan besar terhadap masa depan generasi Kalimantan Barat mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Mempawah secara resmi menyerahkan sertifikat lahan seluas 24 hektare kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Republik Indonesia.
Penyerahan lahan tersebut tidak sekadar bersifat administratif, melainkan menjadi langkah strategis jangka panjang. Di atas lahan yang berlokasi di Desa Antibar itu direncanakan pembangunan Sekolah Unggul Garuda, program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang bertujuan mencetak putra-putri daerah menjadi ilmuwan serta pemimpin berkelas dunia.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kegigihan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini merupakan terobosan yang sangat baik, karena pendidikan adalah faktor utama kemajuan daerah dan negara. Jika sumber daya manusianya maju, insyaallah daerahnya juga akan ikut maju,” ujar Ria Norsan.
Ia menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak pernah merugikan.
“Kami mengapresiasi kegigihan Pemkab Mempawah yang terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah rugi. Ketika sumber daya manusia maju, kesejahteraan daerah akan menyusul dengan sendirinya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Fauzan, menyampaikan pandangan pemerintah pusat yang menempatkan Mempawah sebagai calon pusat peradaban pendidikan nasional.
“Negara maju kuncinya satu, yaitu sumber daya manusia. Hari ini kita tidak sedang membangun gedung semata, tetapi menanam benih masa depan. Mungkin hasilnya tidak kita petik besok, namun 10 tahun ke depan kita akan melihat lulusan dari Mempawah memimpin bangsa, bahkan dunia,” ujarnya.
Prof. Fauzan juga menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto agar Sekolah Unggul Garuda bersifat inklusif. Meski dilengkapi fasilitas modern dan kurikulum bertaraf internasional, sekolah ini tetap diperuntukkan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya siswa berprestasi dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Visi tersebut diperkuat dengan dukungan Program Makan Bergizi Gratis untuk menunjang kesehatan dan kecerdasan peserta didik.
Bupati Mempawah, Erlina, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Mempawah sebagai salah satu dari 20 lokasi tahap awal pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Indonesia.
“Tidak semua daerah mendapatkan kesempatan emas ini. Ini bukti komitmen kami bahwa Mempawah serius meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia,” ujar Erlina.
Ia menjelaskan, keberadaan Sekolah Unggul Garuda akan melengkapi ekosistem pendidikan di Mempawah yang telah memiliki sejumlah institusi pendidikan dan pelatihan, seperti IPDN, BP2TD, dan STAIN. Dari lahan seluas 24 hektare tersebut, ia berharap akan lahir generasi dari pelosok desa yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia.
Penyerahan lahan juga menjadi bagian dari konsep Segitiga Emas Pembangunan Nasional di Mempawah, yang meliputi Sekolah Unggul Garuda sebagai pusat pengembangan talenta sains, Sekolah Rakyat sebagai fondasi pendidikan dasar, serta Kampung Nelayan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Dengan konsep boarding school dan dukungan beasiswa penuh, Sekolah Unggul Garuda diharapkan menjadi wadah pembentukan generasi unggul dari berbagai latar belakang, termasuk anak petani, nelayan, dan buruh, agar mampu bersaing di tingkat global serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung calon lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, oleh jajaran Kemendikti Saintek RI bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Mempawah. (mse/r)
Editor : Hanif