Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Wali Kota Pontianak Ajak Warga Refleksi dan Empati Bencana

Deny Hamdani • Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:47 WIB

 

WAWANCARA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai di ruang kerjanya.
WAWANCARA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai di ruang kerjanya.

PONTIANAK POST — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak menyalakan kembang api pada saat malam pergantian tahun baru. Imbauan ini sebagai bentuk empati terhadap musibah banjir bandang yang terjadi di Pulau Sumatera.

“Di tahun ini, baik masyarakat dan pelaku usaha hotel untuk tidak menggelar pesta kembang api,” ujar Edi.

Edi juga mengajak masyarakat menjadikan tahun 2025 sebagai bahan refleksi untuk menyongsong tahun 2026 agar kondisi semakin baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun terhindar dari bencana. Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan Polresta Pontianak dan Satuan Polisi Pamong Praja dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. “Melalui berbagai saluran informasi, masyarakat juga telah diingatkan untuk tidak menyalakan kembang api,” katanya.

Edi juga memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang Tahun Baru. Saat ini stok pangan di Kota Pontianak masih dalam kondisi aman, meskipun terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti cabai dan ayam.

“Secara umum harga masih relatif stabil. Angka inflasi Kota Pontianak berada di kisaran 1,5 persen, sehingga masih dalam batas yang terkendali, ” katanya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalimantan Barat, Edy Chandra menyatakan jika teman-teman pelaku usaha siap menjalankan imbauan dari Wali Kota Pontianak, untuk tidak menyelenggarakan pesta kembang api dimalam tahun baru.

Sebagai alternatif hotel-hotel anggota PHRI diimbau untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan acara makan malam keluarga, live music, atau mengadakan donasi bagi korban bencana. “Untuk ide ini sudah saya imbau kepada teman-teman PHRI,” ujarnya.

Rian salah satu warga Kota Pontianak menyatakan setuju dengan imbauan wali kota untuk tidak menggelar pesta kembang api. Menurutnya, terpenting banyak berdoa agar daerah yang terdampak bencana dapat segera pulih.

 

Ajang Refleksi Diri

Penceramah sekaligus Dai Kalbar, Ustad Miftah mengajak warga di Kalimantan Barat merayakan perayaan pergantian malam Tahun Baru 2026, tidak dirayakan ke arah hal-hal berbau sia-sia apalagi negatif. “Rasanya rugi merayakannya tetapi dijadikan ajang maksiat atau mudarat,” ujarnya. Menurutnya, pergantian malam tahun baru akan bermanfaat, apabila dijadikan ajang refleksi diri bersama keluarga. “Apalagi ada saudara-saudara kita yang di Aceh dan Sumatera sedang berduka. Mari juga kita doakan dan bantu apa saja yang bisa kita lakukan," ucapnya.

Menurut politisi PPP Kalbar ini pada perayaan tahun-tahun sebelumnya, sering kali perayaan tahun baru menjadi semacam keprihatinan. Sebab seperti jadi ajang balas dendam atau kebiasaan dengan perbuatan negatif, dari sebagian oknum masyarakat dalam merayakannya. Mereka merayakannya dengan berlebihan. Seperti sex bebas, mabuk-mabukan, kebut-kebutan di jalan raya, dan hal-hal negatif lainnya.

"Seperti menjadi semacam ajang pelampiasan dan perpisahan tahun saja. Justru itu malahan menjadi semacam trend di Indonesia. Makanya, menyambut tahun baru 2026 ini, harus diakhiri dengan berdoa. Sebab, tahun 2026 mendatang akan banyak tantangan dalam berusaha," ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Kalbar, Aloysius mengajak umat kristiani dan warga Kalbar memanfaatkan momentum Natal 2025 dan perayaan Tahun Baru 2026 berbagi doa dengan masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mengingat perayaan Natal tahun ini terjadi di tengah bencana yang belum lama ini melanda tiga provinsi itu. Oleh karenanya, dia mengingatkan agar perayaan Natal 2025 tidak boleh melupakan saudara-saudara terdampak bencana.

"Kekuatan Indonesia dan Kalbar adalah kebersamaan. Mari panjatkan doa bersama untuk korban terdampak," ucapnya singkat.

 

Penjualan Kondom Stabil

Di sisi lain, momen menjelang pergantian Tahun Baru 2026 relatif tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Beragam kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan permintaan. Tidak hanya jagung, daging ayam, dan berbagai jenis ikan, makanan cepat saji seperti sosis, hekeng, dan sejenisnya juga turut diburu konsumen. Namun, di sisi lain, alat kontrasepsi seperti kondom juga kerap menjadi barang yang laris manis. Sejumlah apotek dan minimarket pun biasanya mencatat peningkatan penjualan.

Pantauan Pontianak Post, alat kontrasepsi berupa kondom sangat mudah diperoleh, baik di minimarket maupun toko-toko umum. Meski demikian, belum terlihat adanya lonjakan penjualan signifikan. “Belum banyak, Bang. Masih biasa saja yang beli. Tidak ada peningkatan penjualan,” ujar Audi, salah satu penjaga minimarket di kawasan Sungai Raya Dalam.

Menurut perempuan berparas ayu tersebut, penjualan kondom menjelang pergantian tahun sudah menjadi semacam rutinitas tahunan. Biasanya, alat kontrasepsi ini dilirik oleh berbagai kalangan karena mudah didapat dan dijual bebas. Pembelinya pun beragam, mulai dari anak muda hingga orang tua, dengan pilihan varian yang disesuaikan selera.

“Ada rasa stroberi, bergerigi, sampai yang biasa. Tapi untuk sekarang belum ada kenaikan penjualan. Mungkin belum waktunya,” ucap pegawai yang telah lebih dari tiga tahun bekerja di minimarket tersebut.

Ia menambahkan, menjelang perayaan Tahun Baru, minimarket tempatnya bekerja biasanya menambah stok kondom dalam jumlah cukup banyak. Hal itu dilakukan karena produk tersebut tergolong diminati berbagai kalangan dan penjualannya dianggap sebagai hal yang lumrah.

Untuk harga, kondom dinilai cukup terjangkau. Per kotak dibanderol mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung jenis, merek, serta jumlah isi dalam kemasan. “Standar maksimalnya biasanya 12 kondom per kotak,” pungkasnya. (iza/den)

Editor : Hanif
#sederhana #bencana Sumatera #Refleksi Diri #perayaan #pemkot pontianak #kembang api #tahun baru #empati