PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendatangi kediaman warganya yang mengalami musibah. Diantaranya ke rumah keluarga Asmiranda yang tenggelam dan melihat kondisi korban kebakaran di Kecamatan Pontianak Utara.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Asmiranda, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucapnya saat bertakziah ke rumah korban, belum lama ini.
Asmiranda, siswi kelas III SDN 09 Pontianak Utara ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian di Sungai Malaya Jalan Selat Panjang 2 Pontianak Utara. Kejadian tenggelamnya anak ini terjadi kali kedua. Sebelumnya, juga terjadi kejadian yang sama dimana seorang anak tenggelam dan ditemukan sudah meninggal dunia di Parit Tokaya.
Edi mengimbau kepada masyarakat yang rumahnya berada di pinggiran bantaran sungai untuk waspada terhadap kondisi air pasang saat ini, karena ketinggian air sedang meningkat.
“Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya, terutama bagi anak-anak yang belum bisa berenang,” imbaunya.
Dia juga meminta kepada perangkat kelurahan dan kecamatan untuk turut aktif mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca dan pasang air yang tidak menentu.
“Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh pihak dapat lebih peduli dan waspada, sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang di Kota Pontianak,” kata Edi.
Pada kesempatan itu, Edi juga menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran di Gang Kali Landak Jalan Selat Panjang Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. Terdapat empat Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kebakaran. Bantuan pun diberikan, meliputi paket sembako, makanan siap saji, Kasur, selimut, terpal, dan berbagai kebutuhan darurat untuk menunjang aktivitas warga selama masa tanggap darurat. Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak juga menyerahkan dokumen kependudukan pengganti kepada warga yang kehilangan surat-surat penting akibat kebakaran.
“Musibah kebakaran ini tentu menjadi ujian berat bagi warga. Pemerintah Kota Pontianak hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi, mulai dari makanan hingga kelengkapan administrasi kependudukan,” ujarnya.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait untuk membantu proses pemulihan pascakebakaran. Pendampingan juga akan diberikan agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal dalam waktu secepatnya.
Edi juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan permukiman padat penduduk, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia mengingatkan pentingnya memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman. (iza)
Editor : Hanif