Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sampai 10 Januari, Tiket Garuda dari Pontianak ke Jakarta Turun hingga 15 Persen

Novantar Ramses Negara • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:57 WIB
Branch Manager Garuda Indonesia Pontianak, Widya Kurniawan Putra.
Branch Manager Garuda Indonesia Pontianak, Widya Kurniawan Putra.

PONTIANAK POST – Branch Manager Garuda Indonesia Pontianak, Widya Kurniawan Putra, memastikan kebijakan penurunan harga tiket penerbangan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih berlaku hingga 10 Januari 2026, sebelum kembali ke tarif normal.

Widya menjelaskan, penyesuaian harga tersebut telah diterapkan sejak akhir Desember 2025 sebagai tindak lanjut atas imbauan pemerintah untuk menekan biaya perjalanan udara selama masa puncak libur akhir tahun.

“Penurunan harga tiket masih berlangsung hingga 10 Januari. Setelah itu, tarif akan kembali normal,” ujar Widya di Pontianak, baru-baru ini.

Untuk rute Pontianak–Jakarta (PNK–CGK), harga tiket sebelum diskon berada di kisaran Rp1.692.025.

Selama periode penyesuaian, tarif turun menjadi Rp1.443.513, atau mengalami penurunan sekitar 15 persen.

Kebijakan ini berlaku pada rentang 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Widya menegaskan, kebijakan penurunan harga tidak hanya diterapkan pada rute Pontianak–Jakarta, tetapi berlaku untuk seluruh rute domestik Garuda Indonesia selama periode libur Nataru.

“Kami telah menjalankan penyesuaian harga sesuai imbauan pemerintah dan berlaku untuk seluruh penerbangan domestik,” jelasnya.

Selain penyesuaian tarif, Garuda Indonesia juga melakukan penambahan frekuensi penerbangan pada masa puncak liburan.

Dua penerbangan tambahan dioperasikan pada 20 dan 22 Desember, sehingga total frekuensi meningkat dari 13 menjadi 15 penerbangan.

“Dengan total kapasitas sekitar 5.500 kursi untuk penerbangan dari dan ke Pontianak, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket,” tambahnya.

Widya mengungkapkan, lonjakan jumlah penumpang mulai terlihat sejak 19 Desember, dengan kepadatan tertinggi terjadi selama tiga hari berikutnya.

Setelah sempat menurun di sekitar Hari Natal, jumlah penumpang kembali meningkat pada periode 29–31 Desember.

Ia menegaskan, selain memastikan ketersediaan kursi, Garuda Indonesia juga memprioritaskan pelayanan dan kenyamanan penumpang, baik di darat maupun di udara, termasuk upaya meminimalkan potensi keterlambatan selama periode padat penumpang.

“Kenyamanan dan ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkas Widya. (mse)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#tiket #garuda indonesia #diskon #nataru