Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menembus Medan Ekstrem Kalbar, Petugas Pupuk Indonesia Kawal Distribusi Subsidi Hingga Petani Perbatasan

Siti Sulbiyah • Rabu, 31 Desember 2025 | 17:52 WIB
Dokumentasi Pupuk Indonesia
Dokumentasi Pupuk Indonesia

PONTIANAK POST - Hujan turun membasahi jalan tanah di daerah perhuluan Kalimantan Barat. Sepeda motor yang dikendarai Nugroho Triyatma (29) perlahan menanjak, lalu oleng. Ban kehilangan kendali, tubuh motor nyaris tak bisa lurus.

Begitulah potret medan yang terkadang dilalui oleh Nugroho guna mengawal pupuk bersubsidi dari Pupuk Indonesia sampai ke tangan petani.

“Waktu menanjak di tanah berlumpur itu, motor saya tidak bisa lurus. Karena licin, motor (jalannya) jadi nyerong,” kenang Nugroho menggambarkan pengalamannya kala melintasi salah satu ruas jalan di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Ketungau Hulu adalah salah satu wilayah perbatasan Indonesia dengan Sarawak-Malaysia. Untuk bisa sampai ke lokasi, ia harus melewati rute yang penuh lubang, jembatan kayu, dan rute jalan yang hilang hingga dipenuhi kolam lumpur. Jarak tempuhnya bisa 7-9 jam tergantung kondisi jalan.

Assistant Account Executive Pupuk Indonesia, Nugroho Triyatma bersama kendaraannya menyusuri hingga di daerah perhuluan Kalimantan Barat guna memastikan pupuk bersubsidi sampai ke petani.
Assistant Account Executive Pupuk Indonesia, Nugroho Triyatma bersama kendaraannya menyusuri hingga di daerah perhuluan Kalimantan Barat guna memastikan pupuk bersubsidi sampai ke petani.

Sejak bergabung sebagai Assistant Account Executive Pupuk Indonesia pada 2023, ia telah terbiasa berhadapan dengan medan ekstrem demi memastikan pupuk sampai ke petani.

Berbasis di Sintang, Nugroho mengemban wilayah kerja yang tak biasa. Dari Sintang dan Melawi, cakupan tugasnya meluas hingga Kapuas Hulu dan Sekadau. Ia dikenal sebagai salah satu petugas lapangan dengan wilayah kerja terluas dan terbanyak di Kalimantan Barat.

Tugas utama Nugroho adalah mengawal penyaluran pupuk bersubsidi, sekaligus mendorong pemanfaatan pupuk non-subsidi produksi Pupuk Indonesia. Perannya menempatkan ia sebagai penghubung antara perusahaan dengan distributor di tingkat tapak.

“Hampir setiap hari saya turun ke kios. Lebih ke pengawasan, memastikan distribusi sesuai aturan,” ujarnya.

Dalam sebulan, minimal 20 kios ia datangi. Sementara dalam satu tahun jumlahnya bisa mencapai 240 kios yang tersebar di berbagai wilayah pada empat provinsi tersebut. “Dalam satu bulan, saya menargetkan ada ke lokasi di luar daerah Sintang, bisa itu ke Melawi, Kapuas Hulu atau Sekadau,” katanya.

Untuk mendampingi petani, Nugroho kadang bekerja sama dengan Mobil Uji Tanah (MUT). Bersama tim lapangan, ia turut terlibat dalam sosialisasi uji tanah, menjelaskan kondisi lahan, kebutuhan hara, hingga rekomendasi jenis pupuk yang tepat.

Menurutnya banyak pengalaman menarik selama ia bekerja di Pupuk Indonesia. Wilayah Ketungau Tengah, Ketungau Hulu, hingga Sepauk, menjadi saksi paling berat dari perjalanan tugas Nugroho. Kedua kecamatan ini merupakan wilayah dari Kabupaten Sintang, salah satu wilayah hulu Kalbar. Dari Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, perlu waktu setidaknya 7-8 jam perjalanan ke Sintang menggunakan kendaraan roda empat

Nugroho sempat menempuh wilayah-wilayah tersebut dengan menggunakan motor matic generasi awal. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat medan yang berat dan kondisi jalan yang belum memadai.

“Seperti ke Ketungau Tengah, waktu tempuh idealnya kurang lebih 3-4 jam. Tapi waktu pertama kali ke sana waktu tempuhnya lima jam karena menggunakan motor matic,” tuturnya

Setahun belakangan, akses terasa lebih mudah setelah Nugroho menggunakan motor trail. Meski demikian, tantangan tetap ada. “Motor trail saya bahkan pernah menancap,” katanya, menggambarkan kondisi jalan rusak di wilayah kerjanya.

Bagi Nugroho, perjuangan di lapangan terbayar saat melihat langsung dampak pupuk bersubsidi bagi para petani. Mayoritas petani di wilayah tugasnya menaman jagung dan padi, dengan kebiasaan beladang yang masih kuat.

“Petani sangat terbantu. Daerah sini perhuluan, akses sulit. Kalau pupuk lancar, produksi ikut terbantu,” ujarnya.

Dedikasi itu berbuah penghargaan. Pada 2024, Nugroho dinobatkan sebagai Assistant Account Executive Terbaik dari Pupuk Indonesia.

Komitmen Jaga Stabilitas Nasional

Upaya di lapangan sejalan dengan komitmen perusahaan. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan penyaluran pupuk bersubsidi tidak hanya soal logistik, tetapi juga komitmen moral untuk menjaga stabilitas produksi pertanian nasional.

“Oleh karena itu, pengiriman pupuk bersubsidi ini menjadi representasi kesiapan penuh Pupuk Indonesia dalam menjalankan amanah negara,” ucapnya dalam keterangan tertulis pada 4 Desember 2025.

Di tengah berbagai dinamika sektor pangan, Pupuk Indonesia berkomitmen memegang peranan vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Perusahaan mendukung penuh kebijakan pemerintah, termasuk penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi, sebagai langkah konkret untuk memperkuat produktivitas dan kemandirian petani Indonesia.

Di sisi lain, Rahmad kebijakan penurunan HET pupuk subsidi sebesar 20 persen mulai berlaku pada 22 Oktober 2025. Menurutnya, turunnya HET akan memberi dampak signifikan terhadap biaya produksi pertanian, meningkatkan aksesibilitas pupuk, dan menjaga semangat petani dalam mengolah lahan menjelang musim tanam.

Ia menegaskan, kesiapan distribusi pupuk tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan stok yang memadai. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi secara nasional sebanyak dua hingga tiga kali lipat dari ketentuan minimum nasional.

“Stok ini mencakup pupuk urea, NPK, dan jenis pupuk lain yang masuk dalam skema subsidi, memastikan pasokan tetap stabil pada saat permintaan meningkat tajam,” katanya.

Pupuk Indonesia memastikan bahwa persediaan pupuk cukup untuk memenuhi kebutuhan petani dua hingga tiga bulan ke depan. Stok yang aman memberikan rasa tenang bagi petani, khususnya mereka yang tengah bersiap menghadapi masa tanam intensif.

Di samping itu, pihaknya juga mengerahkan serangkaian kegiatan sosialisasi melalui program Rembuk Tani. Kegiatan ini menjadi wadah dialog langsung antara Pupuk Indonesia dengan petani di berbagai daerah. Melalui program ini, petani mendapatkan edukasi mengenai mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, cara menggunakan aplikasi i-Pubers dan informasi mengenai HET terbaru.

Selain itu, program ini juga fokus pada peningkatan literasi pertanian melalui edukasi tentang pemupukan berimbang, efisiensi penggunaan pupuk, serta pemanfaatan teknologi digital dalam budidaya tanaman. (sti)

 

Editor : Hanif
#perhuluan #petani #kalbar #pupuk subsidi #medan ekstrem #Tepat Sasaran #pupuk indonesia