Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sungai Kapuas Awal Januari 2026

Marsita Riandini • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:45 WIB

 

Ilustrasi Banjir/Kekes Pontianak Post
Ilustrasi Banjir/Kekes Pontianak Post

PONTIANAK POST - Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Pontianak mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir pesisir (Rob) di pesisir Sungai Kapuas 1 hingga 10  Januari 2026.

Adanya fenomena perigee, yaitu kondisi saat posisi bumi dan bulan dalam jarak terdekat pada 2 Januari dan bulan purnama pada 3 Januari, berpotensi meningkatkan ketinggian air Iaut maksimun di wilayah Kota Pontianak dan Kendawangan.

Berdasarkan pasang surut Kota Pontianak, pasang tertinggi pada periode 1 hingga 8 Januari 2026, setinggi 2.0 meter diprakirakan terjadi pada 4 hingga 7 Januari 2026, pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Sedangkan, pasang surut Kendawangan pada periode tersebut, pasang setinggi 1.9 meter diprakirakan terjadi pada 3 hingga 5 Januari 2026  pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Kondisi curah hujan dan angin kencang  juga mesti diwaspadai. Curah hujan di Kalimantan Barat pada Dasarian | (tanggal 01-10) Januari 2026 secara umum dipengaruhi oleh OLR, suhu muka laut, dan gerak angin, yang menyebabkan adanya peningkatan hujan di pesisir utara wilayah Kalbar. Curah hujan di Kalimantan Barat diprediksi dalam kategori menengah dengan curah hujan berkisar antara 75-150 mm/dasarian.

Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kalimantan Barat sampai dengan 5 Januari 2026.

Iskandar, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio mengatakan, berdasarkan prakiraan angin di ketinggian 3000 kaki, angin di wilayah Kalbar bergerak dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 8 knots.

Pada Jumat (2/1), diprakirakan sebagian besar wilayah Kalbar berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, terutama siang hingga malam hari.

"Waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir disertai angin kencang berdurasi singkat," katanya. "Adanya belokan angin di wilayah Kalimantan Barat, berpotensi meningkatnya potensi awan-awan penghujan sehingga pada esok hari (hari ini, red) berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, terutama siang, sore hingga dini hari," ulasnya.

Waspada dampak terganggunya aktivitas masyarakat sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, pemukiman pesisir, tambak garam, dan perikanan darat.

Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada delapan lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (tanggal 31 Desember 2025 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 1 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB), tidak terdapat suhu udara ekstrem.

Suhu udara tertinggi yaitu 32.0°C terjadi di Kapuas Hulu dan Sintang. Suhu udara rata-rata berkisar 25.4°C hingga 27.4°C. Sementara suhu udara terendah adalah 23.5°C di Kubu Raya. Terjadi hujan di beberapa titik pengamatan. Curah hujan tertinggi sebesar 121.3 mm/hari di Sambas. Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek (15 hari). 

Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 13 knot di  Mempawah. Terdapat jarak pandang ekstrem. Jarak pandang di bawah 1000 meter terjadi di Kubu Raya disebabkan oleh hujan.

 

Sementara itu, Terkait potensi bencana, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap prakiraan pasang air laut yang diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, pasang air laut diprediksi mencapai sekitar dua meter.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, agar tetap waspada. Kita berharap kondisi pasang ini tidak bersamaan dengan siklon, hujan lebat, maupun angin kencang,” katanya. (mrd/mrz)

Editor : Hanif
#pesisir #Potensi Banjir ROB #bmkg #Hujan Lebat #sungai kapuas