PONTIANAK POST - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat sinergi dengan BKPSDM kabupaten/kota se-Kalimantan Barat (Kalbar) dalam penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Penyelenggaraan Latsar CPNS yang dipimpin Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti BKPSDM kabupaten/kota se-Kalbar.
Rakornis ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi antar pemerintah daerah, sekaligus memastikan kualitas penyelenggaraan Latsar CPNS berjalan terstandar, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam arahannya, Windy Prihastari menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara BPSDM Provinsi dan BKPSDM kabupaten/kota, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi Latsar CPNS.
Melalui rakornis tersebut, diharapkan penyelenggaraan Latsar CPNS di Kalbar dapat berjalan optimal serta menghasilkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang siap mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Pada kesempatan yang sama, Windy juga menjelaskan konsep Corporate University Aparatur Sipil Negara (CORPU ASN). CORPU ASN merupakan sistem pengembangan kompetensi ASN yang diterapkan oleh instansi pemerintah untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kinerja pegawai secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, konsep CORPU ASN merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, khususnya Pasal 203 hingga 225, serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN yang menetapkan Corporate University sebagai salah satu metode pengembangan talenta ASN.
Windy menegaskan, CORPU ASN bukanlah universitas formal, melainkan sistem pembelajaran terintegrasi di dalam organisasi pemerintahan. Fokus pengembangannya berbasis kebutuhan organisasi, bukan semata pelatihan umum.
Model pembelajaran CORPU ASN menggabungkan berbagai metode, mulai dari pelatihan dan pendidikan, coaching dan mentoring, knowledge sharing, e-learning, hingga on the job training. "Tujuan akhirnya adalah menciptakan ASN yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja,” kata Windy.
Selain itu, CORPU ASN diharapkan mampu mendukung pencapaian visi dan misi instansi, menyiapkan pemimpin serta talenta ASN masa depan, meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan publik, serta menyesuaikan kompetensi ASN dengan tuntutan perubahan, termasuk digitalisasi dan reformasi birokrasi.
Untuk Kalbar, pengembangan talenta ASN diarahkan melalui transformasi model pendidikan dan pelatihan dari pola konvensional menuju diklat di era disruptif. Pendekatan ini menempatkan knowledge management sebagai titik sentral dengan pemanfaatan metode pembelajaran berbasis teknologi digital. (bar)
Editor : Hanif