PONTIANAK POST – Memasuki awal tahun 2026, Sub Satgas Polair yang tergabung dalam Operasi Lilin Kapuas 2025 meningkatkan intensitas pengamanan di sejumlah dermaga, dan jalur perairan strategis di Kalimantan Barat (Kalbar). Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan, dan kelancaran arus balik masyarakat yang menggunakan transportasi air.
Pantauan di lapangan, Jumat (2/1), personel Polair tampak bersiaga di dermaga penyeberangan. Pengawasan difokuskan pada pemeriksaan manifest penumpang, kelayakan sarana angkutan air, serta pemberian imbauan keselamatan kepada penumpang dan awak kapal.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Suseno melalui Kasatgas Humas Operasi Lilin Kapuas 2025 AKBP Prinanto menyampaikan, pengamanan jalur perairan difokuskan pada pencegahan kelebihan muatan kapal serta memastikan ketersediaan alat keselamatan.
“Kami tidak ingin ada celah terjadinya kecelakaan di perairan. Sub Satgas Polair dikerahkan secara maksimal untuk memantau setiap keberangkatan, dan kedatangan kapal di dermaga-dermaga utama,” ujarnya.
Selain pengawasan teknis, petugas juga melakukan pendekatan humanis kepada penumpang dan nakhoda kapal. Edukasi keselamatan berlayar menjadi bagian dari pengamanan selama Operasi Lilin Kapuas 2025.
“Kami mengimbau nakhoda selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berlayar, dan tidak memaksakan keberangkatan jika kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pengamanan di jalur perairan diperkirakan akan terus berlanjut hingga puncak arus balik berakhir, seiring selesainya masa libur sekolah dan perkantoran. Hingga saat ini, situasi di perairan Kalbar terpantau aman, tertib, dan terkendali tanpa insiden menonjol. (bar)
Editor : Hanif