PONTIANAK POST - Pasang tinggi Kota Pontianak bisa mencapai dua meter. Masyarakat berharap, ketika kejadian air pasang, fungsi drainase bisa optimal. Dengan demikian, dapat memperkecil luapan air yang bisa saja masuk ke rumah masyarakat.
“Prakiraan BMKG, pasang akan terjadi tinggi. Prediksinya bisa mencapai dua meter. Mudah-mudahan saja, saat pasang terjadi tidak disertai dengan hujan deras. Sebab jika hujan turun, dapat memperparah kondisi kota ini. Terutama di daerah rendah,” ujar Deni, salah satu warga Kota Pontianak, Minggu (4/1).
Dampak dari pasang air sungai ini, paling dirasa oleh masyarakat tepian Sungai Kapuas. Kemudian daerah yang memang rendah. Akan semakin parah jika kejadian pasang air berbarengan dengan hujan deras dengan durasi waktu berjam-jam.
Jika kondisi tersebut terjadi, rumah masyarakat dipastikan bakal masuk air. Kalau demikian, harapannya fungsi drainase dapat optimal. Dengan begitu, saat air surut, maka tambahan air hujan dapat mengalir cepat ke drainase yang ada di Pontianak. Sehingga dapat meminimalisir air masuk rumah masyarakat dengan durasi waktu yang begitu lama.
Menurutnya, fenomena pasang surut menjadikan keberfungsian drainase di Pontianak menjadi begitu penting. Namun kenyataan saat ini, fungsi drainase masih belum benar-benar baik. Sampah masih kerap ditemukan di parit. Kemudian, kondisi parit semakin dangkal akibat endapan lumpur. Malah ada parit yang justru tertutup dan keberfungsiannya semakin hilang.
Fenomena banjir rob, kata dia, bisa menjadi evaluasi pemerintah dalam melihat keberfungsian drainase yang ada. “Wali Kota sudah melakukan antisipasi. Salah satunya pembersihan drainase sebagai upaya agar fungsi drainase bisa optimal ketika banjir rob melanda,” katanya.
Hal senada dikatakan warga Pontianak lainnya, Bima. “Banjir rob inikan fenomena musiman. Tidak terjadi setiap hari. Tetapi dari banjir rob ini kita harus melihat sejauh apa keberfungsian parit yang ada saat ini. Dari evaluasi itu bisa menjadi dasar dinas terkait untuk menindaklanjuti kebijakan sebagai upaya agar banjir di Pontianak dapat diminimalisir cakupannya,” katanya.
Selain itu, selama musim pasang air masyarakat tepian sungai mesti memperhatikan aktivitas anak-anak. Sebab akibat pasang surut air ini, dua kejadian meninggal dunia terjadi di Pontianak belum lama ini. “Ini harus sama-sama kita jaga. Sehingga tidak ada korban anak tenggelam saat air pasang terjadi,” katanya. (iza)
Editor : Hanif