Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pontianak Hadapi Ancaman Banjir Rob, Masyarakat Diimbau Waspada Air Pasang Tinggi dan Hujan Deras

Marsita Riandini • Senin, 5 Januari 2026 | 11:42 WIB

 

TETAP WASPADA: Anak-anak bermain air saat terjadi pasang air laut di kawasan Jalan Tanjung Harapan Pontianak Timur, Minggu (4/1).
TETAP WASPADA: Anak-anak bermain air saat terjadi pasang air laut di kawasan Jalan Tanjung Harapan Pontianak Timur, Minggu (4/1).

PONTIANAK POST - Potensi banjir pesisir (rob) masih mengintai pesisir Kota Pontianak. Adanya fenomena perigee, yaitu kondisi saat posisi bumi dan bulan dalam jarak terdekat pada 2 Januari dan bulan purnama pada 3 Januari, berpotensi meningkatkan ketinggian air Iaut maksimun di wilayah Kota Pontianak dan Kendawangan. 

Berdasarkan Pasang Surut Kota Pontianak, pasang tertinggi pada periode 1 hingga 8 Januari 2026, setinggi 2.0 meter diprakirakan terjadi pada 4 hingga 7 Januari 2026  pada pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. Sedangkan, pasang surut Kendawangan pada periode tersebut, pasang setinggi 1.9 meter diprakirakan terjadi pada 3 hingga 5 Januari 2026  pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Berdasarkan pembacaan tinggi muka air di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak pada Minggu (4/1), pukul 07.45 WIB sebesar 270 cm. Banyak rumah warga dikawasan pesisir dilanda banjir. Meskipun ketinggian bervariasi, bergantung tinggi rendahnya pondasi rumah.   

Seperti yang dialami Siti, Warga Gang Timun, Pontianak Barat yang rumahnya langganan banjir. "Di rumah ini sudah semua masuk air dari depan sampai ke dapur," katanya.

Banjir yang dialami tidak lama dan berangsur surut. Namun, menyisakan sampah, lumpur yang harus dibersihkan. "Letih berkemas setiap hari banjir. Kemungkinan naik lagi besok," ungkapnya.

Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Pontianak ingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir pesisir (rob) di pesisir Sungai Kapuas 1 hingga 10  Januari 2026. Peringatan dini banjir rob dikeluarkan pada Minggu (4/1) berlaku dari pukul 02.00 hingga 10.30 WIB.

Kondisi cuaca berawan, arah angin barat hingga timur laut dengan kecepatan 1 hingga 5 knots, tinggi gelombang 0,1 hingga 0,3 meter. Pasang maksimum 2.0 meter waktu pasangan Pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Pontianak Raden Eko Sarjono mengatakan, adanya peringatan tersebut diharapkan masyarakat sekitar pesisir, bantaran sungai dan daerah lebih rendah untuk waspada. "Waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak air pasang maksimum," katanya Minggu (4/1).

Kondisi curah hujan dan angin kencang  juga mesti diwaspadai. Curah hujan di Kalimantan Barat pada Dasarian | (tanggal 01-10) Januari 2026 secara umum dipengaruhi oleh OLR, suhu muka laut, dan gerak angin, yang menyebabkan adanya peningkatan hujan di pesisir utara wilayah Kalbar. Curah hujan di Kalimantan Barat diprediksi dalam kategori Menengah dengan curah hyan berkisar antara 75-150 mm/dasarian.

Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada Senin 5 Januari 2026. 

Supriyadi, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio mengatakan berdasarkan prakiraan angin di ketinggian 3000 kaki, angin di wilayah Kalbar bergerak dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 19 knots. 

Disekitar Kalimantan terdapat pusaran angin sehingga diprakirakan hujan merata di seluruh wilayah Kalbar dengan intensitas ringan hingga lebat, terutama sore hingga malam hari. "Waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir disertai angin kencang berdurasi singkat," pungkasnya.

Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat ( tanggal 03 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 04 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB), tidak terdapat suhu udara ekstrem. Suhu udara tertinggi yaitu "32.4°C" terjadi di Ketapang. Suhu udara rata-rata berkisar 24.6°C hingga 28.0°C. Sementara suhu udara terendah adalah 22.3°C di Sintang. 

Terjadi hujan di beberapa titik pengamatan. Curah hujan tertinggi sebesar 102.4 mm/hari di Kab. Melawi. Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek (1-5 hari). Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 20 knot di Sintang.Terdapat jarak pandang ekstrem. Jarak pandang di bawah 1000 meter terjadi di Sintang disebabkan oleh hujan. (mrd)

Editor : Hanif
#curah hujan #Potensi Banjir ROB #pontianak #sungai kapuas #bantaran sungai #masyarakat