Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Inflasi Kalbar Desember 2025 Tetap Terkendali, Kayong Utara Tertinggi dengan 2,54%

Novantar Ramses Negara • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:41 WIB

 

Muh. Saichudin
Muh. Saichudin

PONTIANAK POST - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat inflasi year on year (y-on-y) Kalimantan Barat pada Desember 2025 sebesar 1,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,80. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 2,54 persen, sementara terendah di Kota Pontianak sebesar 1,50 persen

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, menjelaskan inflasi y-on-y tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok dengan inflasi tertinggi berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 6,15 persen, disusul makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,87 persen, serta pendidikan sebesar 2,45 persen

“Secara umum, tekanan inflasi Desember 2025 masih terkendali. Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh komoditas kebutuhan sehari-hari dan jasa,” kata Saichudin dalam rilis resmi BPS, Senin (5/1) siang.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) Desember 2025 sebesar 0,28 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) juga berada di angka 1,85 persen. Kenaikan bulanan terutama dipengaruhi oleh kelompok transportasi dan perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Berdasarkan komoditas, inflasi y-on-y didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, dan angkutan udara. Sementara itu, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi, seperti daging ayam ras, bawang putih, tomat, dan telepon seluler yang mengalami penurunan harga

Dari sisi wilayah, seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Barat mengalami inflasi y-on-y. Selain Kayong Utara, inflasi juga tercatat di Kabupaten Ketapang sebesar 2,25 persen, Sintang 2,05 persen, dan Kota Singkawang 1,90 persen

Saichudin menegaskan data inflasi ini menjadi indikator penting untuk memantau stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kalimantan Barat.

“Informasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga ke depan,” ujarnya. (mse)

Editor : Hanif
#bps kalbar #kayong utara #inflasi #harga sembako