Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tradisi dan Budaya Lokal Pontianak Didorong Jadi Magnet Wisata

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:10 WIB

 

Bebby Nailufa
Bebby Nailufa

PONTIANAK POST - Kebudayaan dan tradisi lokal sebagai akar jati diri daerah mesti selalu digaungkan. Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa tradisi lokal memiliki daya tarik dan potensi kuat untuk masyarakat luar datang ke sini.

“Tradisi lokal Kota Pontianak ini banyak. Jika berbagai tradisi ini bisa dikolaborasikan dan didampingkan dengan berbagai hal, saya rasa bagus. Kelokalan Pontianak ini harus terus kita promosikan. Sebab ini jati diri kota kita (Pontianak),” ujar Bebby kepada Pontianak Post, Rabu (7/1).

Kata Bebby suatu daerah bisa dikunjungi oleh masyarakat luar, karena kelokalannya. Mereka datang ke kota itu, untuk melihat berbagai unsur budaya lokalnya. Jika kelokalan suatu daerah semakin kuat, maka akan ramai dikunjungi masyarakat dari luar. Mereka ingin lebih dekat mengenal berbagai kebudayaan di satu daerah tersebut.

Kota Pontianak kata dia unsur kelokalannya begitu kuat. Hanya saja, untuk mengakarkan kebudayaan lokal ini masih menjadi PR semua pihak. Artinya mempertahankan tradisi lokal bukan hanya tugas dari pemerintah saja, namun semua masyarakat Kota Pontianak.

Seperti Jepang identik dengan kota samurai, Thailand wisata sungai serta banyak lagi kelokalan daerah yang mampu menjadi magnet untuk masyarakat datang ke kota tersebut. Menurutnya, Kota Pontianak juga mesti memperkuat kelokalan tradisi ini.

Namun dia melihat, kelokalan Pontianak belum begitu kuat. Malah budaya luar justru yang dikuatkan. Sebetulnya, jika penguatan budaya lokal Pontianak dikuatkan karakternya, maka ini juga bisa menjadi daya tarik masyarakat luar untuk datang dan melihat budaya di Pontianak.

Kebiasaan ngopi masyarakat Pontianak sebetulnya menjadi daya tarik. Itu bisa dilihat dengan menjamurnya warung kopi di sini dan sebenarnya itu mampu menjadi pembeda dengan daerah lain.

Sebagai contoh lagi, kata dia Pontianak memiliki minuman khas. Namanya air serbat. Jika air serbat juga bisa disuguhkan sebagai minuman lokal pilihan selain kopi di setiap warung kopi dan kafe, menurutnya itu bisa menjadi identitas kelokalan yang semakin kuat.

Unsur lokal dan tidak ada di daerah lain, menurut Bebby harus semakin banyak dihadirkan di Kota Pontianak. Tinggal bagaimana diselaraskan dengan zaman saat ini.

“Seperti air macha asal Jepang, bisa seterkenal ini. Sekarang hampir rata semua kafe menjual matcha. Kenapa kita tidak bisa. Padahal kita ada air serbat sebagai minuman lokal, namun memang belum terlalu digaungkan, bahkan untuk mencari air serbat di warkop dan kafe saja susah. Padahal kelokalannya begitu kuat,” katanya.

Kelokalan yang mampu menjadi potensi untuk mengangkat nama daerah harus dikuatkan. Perlu kolaborasi, perlu dipadukan dengan kondisi terkini.(iza)

Editor : Hanif
#budaya lokal #wisatawan #potensi besar #dprd pontianak #Bebby Nailufa #tradisi