PONTIANAK POST - Menjelang perayaan Hari Raya Imlek yang berlanjut ke Cap Go Meh serta memasuki bulan Ramadan hingga Idulfitri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalbar, Manto mengatakan, awal tahun 2026 diwarnai dua momentum keagamaan besar yang berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat secara signifikan.
“Oleh karena itu, stok pangan kita harus benar-benar terjaga,” ujar Manto, Rabu (7/1).
Menurutnya, pemprov Kalbar telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap ketersediaan stok berbagai komoditas pangan strategis. Pemantauan dilakukan secara berkala dengan menghitung daya tahan stok dalam hitungan hari ke depan.
“Sudah kami petakan seberapa besar dan seberapa kuat stok kita ke depannya. Ada komoditas yang stoknya hanya cukup tiga hari atau satu minggu, maka kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan pelaku usaha untuk menyiapkan pasokan tambahan,” jelasnya.
Meski demikian, Manto menyebut mekanisme pasar secara alami akan menyesuaikan pasokan ketika permintaan meningkat. “Tanpa diminta pun, karena hukum pasar, setiap ada demand, mereka akan menyiapkan suplai,” tambahnya.
Untuk komoditas utama, ketersediaan beras di Kalbar pada 2026 dipastikan surplus sekitar 152 ribu ton. Jagung juga diproyeksikan surplus lebih dari 64 ribu ton. Sementara bawang merah dan bawang putih masih mencukupi kebutuhan, meski sebagian pasokan didatangkan dari luar daerah.
“Adapun stok bawang merah dan bawang putih diperkirakan hanya mampu bertahan tiga hari ke depan sehingga perlu pasokan tambahan dari luar,” katanya.
Untuk komoditas protein hewani, stok daging sapi atau kerbau masih aman hingga 76 hari, sementara daging ayam ras yang diproduksi lokal bisa bertahan hingga 129 hari.
Adapun cabai, pihaknya terus memantau stok yang tersedia karena rasio ketersediaannya untuk beberapa hari ke depan itu agak tipis. Untuk cabai besar stok masih tersedia hingga tujuh hari ke depan. Sedangkan cabai rawit masih bisa bertahan di 11 hari ke depan.
Sementara itu, gula pasir diperkirakan tersedia untuk 13 hari ke depan dengan pemantauan di Bulog dan distributor lainnya. Stok telur ayam ras sempat banyak terserap saat Natal sehingga kini hanya mampu bertahan sekitar delapan hari. Adapun minyak goreng disebut sangat mencukupi, bahkan bisa bertahan hingga empat bulan ke depan.
Selain memastikan ketersediaan stok, Dinas Ketahanan Pangan Kalbar juga akan melakukan pengawasan distribusi guna mencegah praktik spekulatif yang merugikan konsumen.
“Kalau ada stok yang secara catatan cukup tapi di pasaran harga naik, kami akan lakukan operasi pasar dan gerakan pangan murah,” tegas Manto.
Ia menambahkan, pihaknya memiliki tim pengawasan khusus untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan tidak ada permainan harga. Pemerintah, kata dia, berupaya menjaga keseimbangan inflasi agar tidak terlalu tinggi maupun jatuh ke deflasi.
“Inflasi kita di Kalimantan Barat masih relatif baik dan terkendali, bahkan termasuk tiga provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi di Indonesia. Ini dinamis dan terus kami pantau setiap minggu,” jelasnya.
Sementara itu, beberapa komoditas masih terpantau mengalami kenaikan harga yang tercermin dari andil inflasi yang dibeirkan. Sebut saja telur ayam ras dan sejumlah produk hortikultura seperti cabai.
Kepala Badan Pusat Statistik Kalbar, Much. Saichudin memberikan beberapa catatan terkait perkembangan harga pada Desember 2025. Ia menyebut pada periode ini harga telur ayam ras meningkat karena permintaannya tinggi.
“Harga telur ayam ras meningkat karena permintaan yang tinggi menjelang Natal 2025 dan tahun baru 2026, serta naiknya harga pakan ternak mendorong kenaikan harga komoditas telur ayam ras,” ungkapnya.
Selain itu, curah hujan yang tinggi di daerah sentra produksi hortikultura turut memengaruhi proses pemanenan tanaman sehingga pasokan berkurang. Kondisi ini menyebabkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kalbar di lima kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 1,85 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,82 pada Desember 2024 menjadi 108,80 pada Desember 2025. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,85 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, ikan baung, mobil, ikan nila, sigaret kretek mesin (SKM), udang basah, ikan tongkol, angkutan udara, minyak goreng, dan ikan bandeng.
Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi m-to-m antara lain cabai rawit, angkutan udara, cabai merah, emas perhiasan, telur ayam ras, wortel, bawang merah, dan jeruk. (sti)
Editor : Hanif