Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenaikan Harga Barang Tekan NTP Kalbar, Turun 0,23% pada Desember 2025

Novantar Ramses Negara • Jumat, 9 Januari 2026 | 11:09 WIB
Muh. Saichudin
Muh. Saichudin

PONTIANAK POST - Nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Barat pada Desember 2025 tercatat sebesar 170,26 poin, atau mengalami penurunan 0,23 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 170,66 poin. Penurunan ini menunjukkan melemahnya daya beli petani akibat kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga perdesaan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, menjelaskan bahwa penurunan NTP disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It). Pada Desember 2025, It hanya naik 0,04 persen, sementara Ib meningkat 0,28 persen

“Kenaikan Ib terutama dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga yang naik sebesar 0,37 persen. Artinya, beban pengeluaran petani meningkat lebih cepat dibandingkan penerimaan dari hasil produksinya,” jelas Saichudin di Pontianak, baru-baru ini.

Secara subsektoral, Menurut Saichudin, penurunan NTP pada Desember 2025 terjadi pada tanaman pangan yang turun 0,77 persen, tanaman perkebunan rakyat turun 0,40 persen, serta perikanan yang turun 0,42 persen. Penurunan pada subsektor tanaman pangan dipengaruhi oleh turunnya harga gabah dan jagung, sementara pada perkebunan rakyat didorong oleh melemahnya harga kelapa sawit, kelapa, dan karet.

Lanjut Saichudin, di sisi lain, dua subsektor justru mengalami perbaikan. Hortikultura mencatat kenaikan NTP tertinggi sebesar 9,99 persen, dipicu lonjakan harga sayur-sayuran dan buah-buahan seperti cabai rawit, cabai merah, ketimun, dan jeruk. Subsektor peternakan juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,09 persen, seiring meningkatnya harga ayam ras pedaging dan telur ayam ras

BPS Kalbar juga mencatat nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) pada Desember 2025 sebesar 175,35 poin, atau naik 0,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kenaikan NTUP menunjukkan adanya sedikit perbaikan dari sisi usaha pertanian, seiring turunnya indeks biaya produksi dan penambahan barang modal,” imbuhnya.

Secara regional, NTP Kalimantan Barat masih tergolong tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, meskipun pada Desember 2025 mengalami penurunan. Sementara itu, secara nasional, NTP Indonesia tercatat sebesar 125,35 poin, atau naik 0,21 persen dibandingkan November 2025. (mse)

Editor : Hanif
#kenaikan harga barang #kalbar #daya beli petani #jasa #NTP