Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jawab Keraguan Pasar Motor Listrik di Kalimantan barat, Yadea Perkuat Layanan Purnajual,

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 11 Januari 2026 | 22:58 WIB

MOTOR LISTRIK: Aktivitas pengunjung di showroom motor listrik Yadea di Pontianak, Minggu (11/1).
MOTOR LISTRIK: Aktivitas pengunjung di showroom motor listrik Yadea di Pontianak, Minggu (11/1).

PONTIANAK POST — Produsen sepeda motor listrik Yadea menegaskan fokusnya pada penguatan kualitas produk dan layanan purnajual untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Isu perawatan, servis, dan ketersediaan suku cadang dinilai masih menjadi faktor utama yang membuat konsumen ragu beralih dari motor konvensional ke motor listrik.

Direktur Utama PT Sumber Tenaga Optima, Hans Hawdy Ongbrian, mengatakan penerimaan motor listrik di Indonesia masih membutuhkan proses adaptasi. Menurutnya, transisi teknologi tidak bisa berlangsung instan karena dipengaruhi kebiasaan dan stigma masyarakat terhadap teknologi baru.

“Pasar motor listrik di Indonesia masih relatif baru. Masih ada stigma dan kebiasaan konsumen yang harus kita rangkul secara perlahan agar peralihannya berjalan lancar,” ujar Hans saat peringatan Anniversary Yadea Pontianak ke-1 di showroom Yadea, Jalan Juanda Nomor 32–33, Pontianak, Minggu (11/1).

Hans menilai perubahan tersebut serupa dengan peralihan teknologi di sektor lain yang membutuhkan waktu sebelum diterima secara luas. Ia mencontohkan transisi dari telepon seluler konvensional ke smartphone yang juga melalui proses panjang.

“Dulu dari HP konvensional ke smartphone juga butuh adaptasi. Begitu juga motor listrik, semua perlu proses agar bisa diterima masyarakat secara umum,” katanya.

Dari sisi produk, Hans menyebut Yadea memiliki keunggulan pada teknologi baterai sebagai komponen utama kendaraan listrik. Teknologi baterai Yadea diklaim lebih aman, berkualitas, dan semakin terjangkau seiring penurunan biaya komponen, tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Keunggulan tersebut, kata dia, menjadi modal penting bagi Yadea untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik nasional, termasuk di Kalimantan Barat. Saat ini, jaringan Yadea telah hadir di Pontianak dan Singkawang, dan direncanakan akan bertambah di Mempawah pada 2026.

Namun demikian, Hans menegaskan bahwa ekspansi jaringan tidak semata berorientasi pada penjualan, melainkan pada kesiapan layanan. Ia mengakui kekhawatiran utama masyarakat terhadap motor listrik terletak pada aspek perawatan dan servis.

“Ketakutan masyarakat itu soal perawatan dan servis. Karena itu, kami fokus memastikan unit mudah diservis dan bisa kembali operasional dengan cepat. Jika jaringan sudah siap di mana-mana, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tegas Hans.

Komitmen penguatan layanan purnajual juga ditegaskan oleh Sales Manager Yadea, Fakhri Ardiana. Ia menyebut secara global Yadea merupakan pelopor kendaraan listrik dengan capaian penjualan tertinggi di dunia.

“Tagline kami global nomor satu. Yadea adalah pelopor kendaraan listrik di dunia. Di negara asal kami, China, penjualan selalu berada di posisi teratas, bahkan secara global kami menjadi merek dengan penjualan tertinggi,” ujar Fakhri.

Menurut Fakhri, keunggulan Yadea tidak hanya terletak pada skala penjualan, tetapi juga pada konsistensi kualitas produk dan layanan after sales. Di Indonesia, Yadea telah memiliki pabrik sendiri yang memungkinkan pendekatan pasar lebih konkret dan sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.

“Yang membedakan kami dengan kompetitor adalah kualitas produk dan layanan purnajual. Dengan adanya pabrik di Indonesia, kami bisa lebih dekat dengan pasar dan kebutuhan konsumen,” katanya.

Keberadaan pabrik di dalam negeri juga menjadi jaminan ketersediaan suku cadang. Fakhri menegaskan Yadea mewajibkan seluruh dealer di Indonesia untuk menyediakan dan menjalankan layanan purnajual secara optimal.

“Dengan adanya pabrik di Indonesia, ketersediaan sparepart selalu kami jaga. Setiap dealer wajib menerima dan melayani after sales karena di Indonesia, layanan purnajual menjadi faktor paling penting dalam penjualan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh dealer Yadea, termasuk di Pontianak dan daerah lain, telah dibekali fasilitas servis dan suku cadang sebagai kebutuhan dasar konsumen kendaraan listrik.

“Servis dan sparepart adalah hal paling pokok untuk membangun kepercayaan konsumen. Itu yang terus kami perkuat,” kata Fakhri. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kalimantan barat #Motor Listrik #Yadea #pontianak