PONTIANAK POST - Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat pada November 2025 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat nilai ekspor mencapai USD177,13 juta atau naik 53,23 persen dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar USD115,60 juta
Kepala BPS Kalimantan Barat, Muhammad Saichudin, menyampaikan bahwa meski secara bulanan terjadi lonjakan signifikan, secara kumulatif nilai ekspor Januari–November 2025 masih mengalami penurunan 7,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni dari USD1.856,56 juta menjadi USD1.715,11 juta
Saichudin menyebutkan berdasarkan golongan barang, ekspor Kalimantan Barat pada November 2025 masih didominasi bahan kimia anorganik dengan kontribusi sebesar 75,07 persen. selain itu, lemak dan minyak hewan/nabati menyumbang 11,26 persen, serta karet dan barang dari karet sebesar 4,04 persen.
“Ketiga golongan ini menjadi komoditas unggulan yang menopang kinerja ekspor daerah,” kata Saichudin di Pontianak, baru-baru ini.
Lanjut Saichudin, dari sisi negara tujuan, India, Tiongkok, dan Australia tercatat sebagai tiga pasar utama ekspor Kalimantan Barat pada November 2025. Nilai ekspor ke India mencapai USD53,08 juta, Tiongkok USD32,47 juta, dan Australia USD24,00 juta. Total kontribusi ketiganya mencapai 61,85 persen dari keseluruhan nilai ekspor Kalbar
Sementara itu, nilai impor Kalimantan Barat pada November 2025 justru mengalami penurunan tajam. BPS mencatat impor sebesar USD51,02 juta, turun 40,24 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai USD85,38 juta. Secara kumulatif Januari–November 2025, nilai impor juga turun 8,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024
Saichudin menyebutkan impor Kalimantan Barat pada November 2025 didominasi oleh mesin-mesin/pesawat mekanik dengan kontribusi 27,81 persen, diikuti mesin/peralatan listrik sebesar 21,07 persen, serta bahan bakar mineral sebesar 18,99 persen. Ketiga golongan barang tersebut menyumbang 67,87 persen dari total impor
Untuk negara asal impor, Tiongkok, Malaysia, dan Rusia menjadi pemasok utama dengan kontribusi mencapai 92,71 persen dari total impor Kalimantan Barat pada November 2025. Tiongkok menyumbang 56,94 persen, Malaysia 21,15 persen, dan Rusia 14,62 persen
Saichudin menambahkan dengan kinerja ekspor yang meningkat dan impor yang menurun, neraca perdagangan Kalimantan Barat pada November 2025 kembali mencatatkan surplus sebesar USD126,11 juta.
“Secara kumulatif selama Januari–November 2025, surplus neraca perdagangan Kalbar tercatat mencapai USD1.133,66 juta, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya,” pungkasnya. (mse)
Editor : Hanif