PONTIANAK POST — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menaruh harapan besar kepada jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalbar yang baru dilantik di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan zakat tidak semata berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial untuk mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ria Norsan.
Gubernur menekankan pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia optimistis, dengan dominasi pengurus muda yang energik, Baznas Kalbar mampu menghadirkan inovasi dalam menghimpun serta mengelola potensi zakat secara lebih optimal.
Selain itu, seluruh pengurus diminta untuk mengedepankan integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Salah satu perhatian utamanya adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN muslim di lingkungan Pemprov Kalbar. Program yang telah diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut dinilai belum berjalan maksimal.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD guna memastikan pemotongan zakat ASN muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana zakat tersebut selanjutnya dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.
Untuk meningkatkan efektivitas dan profesionalisme pengelolaan zakat, Gubernur juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke daerah yang telah berhasil mengelola zakat secara produktif, seperti Kuching, Sarawak, Malaysia.
Ia mencontohkan pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan keuntungan yang dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi serta pengelolaan zakatnya maju dan terbuka,” ujarnya.
Menutup arahannya, Gubernur berharap program-program Baznas Kalbar dapat berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan daerah menuju Kalbar yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkasnya.(mse/r)
Editor : Hanif