Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Role Play Training, Strategi Pembentukan Kepatuhan Anak Berkebutuhan Khusus di Pontianak

Hanif PP • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:34 WIB
Peserta sedang mempraktikan role play training.
Peserta sedang mempraktikan role play training.

PONTIANAK POST – Kegiatan bertajuk Optimalisasi Peran Orang Tua melalui Role Play Training sebagai Strategi Pembentukan Kepatuhan Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Pontianak sukses dilaksanakan 11 Januari 2026. Bertempat di Rice n Shine Danau Sentarum, kegiatan ini diikuti para orang tua anak berkebutuhan khusus dari komunitas yang berada di Kota Pontianak yaitu Jasmine Community.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam membentuk kepatuhan anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan role play training, sehingga orang tua mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih positif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Peran orang tua memiliki pengaruh besar dalam proses perkembangan dan pembentukan kepatuhan anak, khususnya pada anak berkebutuhan khusus. Kurangnya pemahaman mengenai strategi pengasuhan yang tepat dapat menjadi tantangan dalam membangun kepatuhan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang pendidikan dan psikologi anak.

Narasumber pertama, Diana, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan materi berjudul Membentuk Kepatuhan Anak Usia Dini Melalui Pola Asuh Positif.

" Pola asuh yang konsisten, penuh empati, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak sangat penting. Karena sebagai fondasi dalam membentuk perilaku patuh sejak usia dini, jelas Diana.

Sementara itu, narasumber kedua, Widya Lestari, M.Psi., Psikolog, membawakan materi Strategi Pembentukan Kepatuhan Anak Berkebutuhan Khusus di Lingkungan Keluarga sekaligus memandu jalannya roleplay. Ia menekankan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang unik, sehingga orang tua perlu memahami strategi pengasuhan yang fleksibel, realistis, dan sesuai dengan kemampuan anak.

Selain pemaparan materi, kegiatan terapi ini juga dilengkapi dengan praktik role play training, yang memungkinkan orang tua untuk secara langsung mempraktikkan strategi komunikasi dan pengasuhan dalam situasi sehari-hari. Melalui metode ini, peserta dapat belajar dari pengalaman langsung serta berbagi cerita dan solusi antar sesama orang tua.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan ditutup dengan sesi diskusi serta tanya jawab antara peserta dan narasumber. Diharapkan melalui kegiatan ini, orang tua mampu mengoptimalkan perannya dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di rumah sehingga tercipta kepatuhan di lingkungan keluarga yang lebih suportif dan kondusif bagi perkembangan anak.(vie/ser)

Editor : Hanif
#Kepatuhan #pontianak #Role Play #anak berkebutuhan khusus #Optimalisasi #peran orang tua