PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, Saptiko mengatakan meski belum ditemukan kasus superflu influenza di sini, namun pihaknya tetap melakukan monitor terhadap penyakit ini. Pengamatan intensif terhadap penyakit ini telah dilakukan diseluruh rumah sakit, fasilitas kesehatan hingga dokter praktek.
“Sampai sekarang masih aman, tapi kami (Dinkes) terus memonitor kasus influenza melalui surveillance ILI (Influenza Likes Lines) kepada penderita bergejala flu yang datang ke fasilitas kesehatan. Apabila dicurigai superflu akan diambil sampel darah untuk pemeriksaan jenis virus di Jakarta,” kata Saptiko, Selasa (13/1).
Dalam upaya mengantisipasi terjadinya penularan virus superflu di Kota Pontianak, Dinkes sudah meminta untuk seluruh Rumah Sakit, klinik kesehatan, praktik dokter untuk melakukan pengamatan secara intensif kepada semua pasien dengan gejala mirip superflu. Jika hasilnya positif superflu, dimintanya untuk segera melapor ke Dinkes agar dapat penanganan lebih lanjut.
Kata dia, superflu tipe a sub variant H3N2 bersifat lebih menular lebih cepat. Gejalanya lebih lama hingga 7 sampai 14 hari. Mudah juga menular dan beresiko komplikasi terhadap kelompok rentan.
Masyarakat mesti waspada terhadap gejala yang dipaparkannya. Seperti demam tinggi dengan suhu mencapai 39-41 derajat. Badan terasa nyeri hebat dan otot sendi sakit. Kemudian jika badan terasa panas lalu sakit kepala berat lebih dari pusing disertai sakit tenggorokan, pilek, batuk, kelelahan dan penurunan nafsu makan.
“Kalau sudah demam tinggi selama tiga hari lalu lemas ekstrem hingga sulit beraktivitas sampai penurunan kesadaran disertai sesak dan nyeri dada, sebaiknya lekas dibawa ke faskes,” ujarnya.
Superflu ini, lanjutnya, rentan terpapar pada anak di bawah 5 tahun. Kemudian untuk golongan lanjut usia di atas 60 tahun lalu ibu hamil dan pasien dengan penyakit kronis dengan imun rendah.
Agar terhindar dari superflu dimintanya masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh. Berperilaku hidup sehat dan mesti rajin olahraga. Ketika sakit juga dimintanya agar dapat menggunakan masker. Tujuannya untuk menghindari penularan penyakit.
Kebersihan juga harus dijaga. Dengan cuci tangan setelah beraktivitas, lalu porsi istirahat cukup, maka superflu bisa terhindarkan.
Superflu adalah istilah populer yang menggambarkan peningkatan penularan influenza yang terjadi dengan cepat dalam beberapa waktu terakhir.
Varian yang disebut superflu ini adalah bagian dari keluarga virus influenza A H3N2 yang sudah dikenal luas dan telah dipantau oleh sistem surveilans global seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berdasarkan data dari Kementerian, kasus superflu pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS). Hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Laporan juga menyebutkan bahwa mayoritas kasus melibatkan anak-anak dan perempuan. Namun, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa situasi ini masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan dengan influenza musiman pada umumnya.
Di negara lain, seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, varian H3N2 juga menunjukkan peningkatan kasus, dengan lonjakan yang signifikan pada akhir 2025. Musim flu 2025-2026 di Amerika Serikat, misalnya, memperlihatkan angka rawat inap yang lebih tinggi akibat lonjakan jumlah kasus.(iza)
Editor : Hanif