Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Aksi Vandalisme di Pontianak Cemari Wajah Kota, Herfin Yulianto Soroti Dampak Buruk Pariwisata

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 20 Januari 2026 | 11:19 WIB

 

VANDALISME : Maraknya vandalisme di Kota Pontianak semakin meningkat, tak hanya fasilitas umum menjadi sasaran kegiatan vandalisme tersebut, gardu listrik di sejumlah jalan salah satunya di Jalan Putr
VANDALISME : Maraknya vandalisme di Kota Pontianak semakin meningkat, tak hanya fasilitas umum menjadi sasaran kegiatan vandalisme tersebut, gardu listrik di sejumlah jalan salah satunya di Jalan Putr

PONTIANAK POST - Aksi vandalisme di sejumlah jalan protokol Kota Pontianak terjadi lagi. Akibat coretan liar di fasilitas umum, mengakibatkan wajah ibu kota tercoreng. Peristiwa ini menjadi sorotan Ketua Asosiasi Pemandu Geoswisata Indonesia Kalimantan Barat Herfin Yulianto.

“Vandalisme yang marak di Pontianak sangat bertentangan dengan nilai-nilai Sapta Pesona dari Pariwisata Indonesia. Kota Pontianak jadi tidak bersih dan tidak indah, serta meninggalkan kenangan yang buruk akan kota ini,” tegas Herfin, kemarin.

Akan kejadian ini, dia sudah melakukan investigasi visual dan sebagai bentuk dukungan pendidikan bagi masyarakat dan masukan bagi pemerintah daerah.

Sebagai pemandu geowisata yang kerap membawa tamu mancanegara maupun domestik, Herfin mengaku seringkali merasa tersudut saat para wisatawan mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, tampilan tepi jalan sangat mengganggu kenyamanan visual para tamu.

“Malu saya ketika ditanya banyak tamu wisata saya. Mereka selalu tanyakan: 'Pak Herfin, vandalisme ada juga ya di sini? Penanganannya gimana di sini?',” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun terdapat sembilan lokasi yang terpapar vandalisme, beberapa diantaranya merupakan jalur utama menjadi "etalase" Kota Pontianak, yakni samping lampu merah Jalan Gajah Mada (samping toko tong air), Jalan Tanjungpura (dekat Pos Polisi), bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Tengah, area depan Gereja Katedral, relief Perjuangan Kalimantan Barat di Lapangan PSP dan lampu merah depan Mie Tiaw Polo.

Lokasi-lokasi tersebut merupakan akses utama yang dilintasi pendatang dan wisatawan setiap harinya. Sebagai sosok yang aktif di Pontianak Sport City (PSC), Herfin berharap pemerintah kota segera mengambil langkah tegas terkait pembersihan dan pengawasan agar wajah Pontianak kembali bersih, indah, dan berwibawa di mata dunia.

Kiki, warga Kota Pontianak meminta Pemkot Pontianak memberi sanksi pada pelaku vandalisme. Menurutnya aksi coretan di ruang publik justru membuat wajah kota semakin jelek.

“Masalah metropolitan itu, vandalisme salah satunya, selain itu ya pengemis semakin banyak,” ujarnya.

Dimintanya dinas terkait dapat melakukan penindakan tegas. Kalau soal pelaku, rasanya tidak sulit untuk melacak. Sebab CCTV terpasang di mana-mana. Jikapun di lokasi tersebut tidak terpasang CCTV, namun pemerintah bisa mengecek CCTV milik warga.

Jika warga memiliki CCTV, itu bisa dilacak kapan kejadiannya termasuk ciri-ciri pelaku sehingga lebih mudah untuk ditangkap.(iza)

Editor : Hanif
#Citra Pariwisata #pontianak #dampak buruk #aksi vandalisme #wajah kota #kebersihan kota