Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Reklamasi Lahan Sekaligus Dongkrak Ekonomi Rakyat, Gubernur Kalbar Dukung Program “Sabuk Hijau Khatulistiwa” Li-Bapan

Novantar Ramses Negara • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:04 WIB

 

AUDIENSI: Gubernur Ria Norsan dan kepala OPD berfoto bersama usai audiensi dengan jajaran pengurus dari Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan).
AUDIENSI: Gubernur Ria Norsan dan kepala OPD berfoto bersama usai audiensi dengan jajaran pengurus dari Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan).

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif program "Sabuk Hijau Khatulistiwa" yang dipaparkan oleh Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan). Program tersebut dirancang untuk mereklamasi lahan yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan komoditas lokal.

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Ketua Li-Bapan, Stefanus Febyan Babaro, beserta jajaran di ruang kerjanya, Senin (19/1). Pertemuan ini menjadi ajang ajang silaturahmi sekaligus forum pemaparan inisiatif strategis Li-Bapan melalui program bertajuk Sabuk Hijau Khatulistiwa.

Ketua Li-Bapan, Stefanus Febyan Babaro, menjelaskan bahwa program Sabuk Hijau Khatulistiwa menitikberatkan pada penanaman dua jenis pohon utama, yakni aren Smulen ST-1 dan pohon beringin. Kedua komoditas tersebut dipilih karena memiliki fungsi strategis, baik dari sisi ekonomi maupun ekologi.

Menurut Febyan, pohon aren memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan aren dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam mendorong pemanfaatan bioetanol sebagai energi terbarukan.

“Komoditas aren tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung agenda transisi energi yang tengah digalakkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, penanaman pohon beringin diarahkan untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan, menjaga keseimbangan lingkungan, serta memastikan keberlanjutan lahan reklamasi dalam jangka panjang.

“Kami berharap program ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat,” tambah Febyan.

Menanggapi paparan tersebut, Gubernur Ria Norsan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyambut baik inisiatif yang disampaikan Li-Bapan. Program Sabuk Hijau Khatulistiwa dinilai selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah serta mendukung program strategis pemerintah pusat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada prinsipnya mendukung gagasan yang disampaikan Li-Bapan. Ke depan, program ini akan ditindaklanjuti dengan menyinkronkan langkah-langkah bersama agar dapat segera direalisasikan,” ujar Ria Norsan.

Sebagai tindak lanjut, Li-Bapan akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan pihak-pihak terkait untuk merumuskan detail teknis pelaksanaan program di lapangan.

Program Sabuk Hijau Khatulistiwa diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga nonpemerintah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. (mse/r)

Editor : Hanif
#Reklamasi Lahan #kalimantan barat #Sabuk Hijau Khatulistiwa #Ekonomi Kerakyatan #gubernur