Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Seleksi PHD Kalbar 2026 Dimulai, ASN Maksimal Eselon IV Jadi Syarat Baru

Marsita Riandini • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:10 WIB

 

Logo Haji 2025
Logo Haji 2025

PONTIANAK POST - Sebanyak 24 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1447 H/2026.  Dari jumlah tersebut, hanya 9 orang yang akan dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai Petugas Haji Daerah Tahun 2026. Selain itu, terdapat persyaratan baru bagi calon PHD, yakni bagi ASN maksimal menduduki jabatan eselon IV atau sederajat.

Kamaludin, Kepala Kanwil Kemenhaj Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji melalui proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. 

"Pelaksanaan seleksi PHD ini diharapkan menghasilkan petugas yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi," jelasnya. 

Wawancara peserta menjadi bagian penting proses seleksi. Ini bertujuan menggali kompetensi dan kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Setelah itu dilakukan rapat hasil seleksi. 

"Rapat tersebut dilaksanakan setelah para peserta mengikuti tahapan computer assisted test (CAT) dan wawancara pada pagi dan siang harinya," ucapnya. 

Proses pembahasan dan verifikasi nilai berlangsung hingga malam hari guna memastikan seluruh tahapan penilaian dilakukan secara cermat, objektif, dan akuntabel.

Kanwil Kemenhaj Kalbar terus berkoordinasi dengan Pemprov Kalbar untuk membahas  komprehensif persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Barat.

Di antaranya mengenai penetapan kuota jemaah haji sebanyak 1.858 orang, jumlah jemaah yang telah melunasi biaya haji sebanyak 2.027 orang, serta kebijakan jemaah lunas tunda bagi jemaah yang telah melunasi namun tidak masuk dalam kuota keberangkatan.

Selain itu, aspek istithaah kesehatan juga menjadi perhatian utama sebagai prasyarat penting dalam penetapan kelayakan keberangkatan jemaah. 

"Melalui koordinasi ini, Kanwil Kemenhaj Kalbar berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat semakin kuat dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi jemaah," pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
#petugas haji #wawancara #phd #kalbar #Seleksi