PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, hingga Jumat (23/1), karhutla melanda beberapa kabupaten dan kota dengan kendala utama minimnya sumber air, serta sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa Tim Operasi Karhutla BPBD Kalbar telah melakukan pemadaman pada Kamis (22/1) sejak pukul 07.15 hingga 23.00 WIB. Namun, pada saat tim meninggalkan lokasi, sebagian lahan masih dalam kondisi berasap.
“Area yang terbakar merupakan lahan tidak dikelola yang ditumbuhi semak belukar, singkong, nanas, hingga albasia atau hutan heterogen,” ujar Daniel.
Pemadaman dilakukan di sejumlah titik di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yakni di KM 9,3 Jalan Arteri Supadio, Gang Karomah Teluk Kapuas, Jalan Wonodadi 2, Jalan Parit H. Muksin 2, serta Jalan Sungai Raya Dalam, Komplek Bintang Serdam Residence.
Luas lahan terbakar di beberapa lokasi mencapai antara dua hingga lima hektare, dengan sebagian area berhasil dipadamkan. “Kendala utama yang dihadapi adalah jauhnya sumber air serta minimnya parit di sekitar area terbakar,” ungkapnya.
Di Kabupaten Mempawah, karhutla terjadi di lima kecamatan dan tujuh desa atau kelurahan terdampak. Lokasi kebakaran meliputi Kecamatan Mempawah Timur, Jongkat, Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, dan Segedong. Luas lahan terbakar bervariasi, mulai dari satu hingga puluhan hektare, dengan titik terluas berada di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, yang mencapai sekitar 50 hektare.
Daniel menjelaskan, pemadaman di Mempawah merupakan tindak lanjut laporan karhutla yang terjadi sejak 16 hingga 19 Januari 2026. Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi BPBD dengan TNI-Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat. Tim BPBD Kabupaten Mempawah melakukan pemadaman dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, dibantu personel TNI-Polri, KPH Mempawah, dan Manggala Agni.
“Namun, upaya tersebut terkendala angin yang bertiup cukup kencang, akses menuju lokasi yang sulit, tidak tersedianya sumber air, keterbatasan peralatan pemadam di desa, serta kondisi lahan yang berkontur, dan berupa jurang,” paparnya.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kota Singkawang, tepatnya di Kelurahan Pajintan. Pemadaman dilakukan BPBD Kota Singkawang pada 22 Januari 2026 pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, dibantu lurah dan staf kelurahan. Wilayah terdampak meliputi satu kecamatan dan satu kelurahan, dengan kendala serupa berupa angin kencang, akses sulit, dan ketiadaan sumber air.
Di Kabupaten Melawi, kebakaran lahan terjadi pada Selasa (20/1) sekitar pukul 15.35 WIB di Dusun Maram Karya, Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan. Kebakaran dipicu aktivitas pembukaan lahan, yang diperparah cuaca panas dan angin, hingga menyebabkan asap tebal dan sempat menimbulkan kemacetan di jalan poros.
Luas lahan terbakar mencapai sekitar satu hektare. Tidak tersedianya sumber air, minimnya peralatan pemadam, serta kondisi lahan berkontur menjadi kendala penanganan di lokasi tersebut.
Sementara itu, di Kabupaten Sambas, karhutla terjadi di beberapa kecamatan, yakni Selakau Timur, Jawai, Teluk Keramat, dan Salatiga. Di Kecamatan Selakau Timur, kebakaran lahan gambut sejak 16 Januari 2026 masih dalam proses pemadaman bersama, dengan luas sementara mencapai sekitar 40 hektare di Desa Selakau Tua, dan 10 hektare di Desa Seranggam.
BPBD mencatat, sumber air yang jauh, sulitnya pendataan luas lahan terbakar, keterbatasan alat pemadam di tingkat desa, minimnya dukungan dana operasional, serta akses yang sulit menjadi hambatan utama.
Untuk penanganan di Sambas, BPBD menyampaikan kebutuhan mendesak berupa dukungan pesawat water bombing, terutama di Kecamatan Selakau Timur, penggunaan drone untuk pendataan, penambahan mesin dan selang pemadam bagi desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dukungan dana operasional.
Sementara di Kabupaten Kubu Raya, BPBD setempat telah menetapkan Status Siaga Darurat Kabut Asap akibat karhutla. Pos Komando Siaga Bencana Kabut Asap diaktifkan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, disertai apel siaga sebagai langkah preventif.
Karhutla tercatat terjadi di enam kecamatan dan tujuh desa, dengan luas lahan terbakar berkisar antara seperempat hingga tiga hektare per lokasi. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya sumber air di sekitar area kebakaran.
Selain itu, penanganan karhutla di wilayah kelola KPH Kubu Raya dilakukan pada Selasa (20/1) di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Luas kebakaran sekitar dua hektare, dengan sekitar 1,7 hektare telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, kondisi di lapangan masih menyisakan asap sehingga dilakukan pembasahan lanjutan untuk mencegah penyebaran titik api. Jarak sumber air yang mencapai sekitar 250 meter menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Daniel menegaskan, BPBD Kalbar terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan karhutla, dan mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung. “Ini semua data yang sudah dilaporkan BPBD kabupaten/kota ke kami di Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak M Nasir mengungkap, cukup banyak temuan titik api di Kota Pontianak. dominasi titik api berada di Kecamatan Pontianak Utara. Dalam upaya memadamkan api, pihaknya keterbatasan terutama soal pasokan air.
“Terdapat beberapa titik api di Kota Pontianak. Dari data kami titik api banyak ditemukan di Kecamatan Pontianak Utara. Di sana ada delapan titik. Kemudian di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara ada empat titik,” ujarnya kepada Pontianak Post, Jumat (23/1).
Dipaparkannya untuk titik api di Pontianak Utara ada di Komplek Garden Mas 7, Jalan 28 Oktober, Jalan Panca Bakti, Jalan Kebangkitan Nasional. Jalan Sungai Selamat Dalam, Jalan Kebangkitan Nasional, Jalan Parit Pangeran Dalam dan Komplek Garden Mas.
Untuk di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara titik api berada di Jalan Purnama 2, Parit Demang, Parit Haji Husin 2, Sepakat Ujung dan di Jalan Perdana ujung. “Dari kesemuanya itu ada satu titik api yang sengaja dibakar oleh oknum masyarakat. Selebihnya karena faktor alam,” ujarnya.
Pihaknya sudah melapor ke Polsek Selatan. Saat kejadian, pihaknya juga sempat mengejar pelaku, namun lari dan tidak dapat. Dia juga belum mengetahui apa motif mereka membakar lahan. Tetapi memang ketika dilihat di lokasi terdapat papan promosi perumahan.
Dalam upaya memadamkan api, pihaknya mengalami kendala. Terutama terhadap keterbatasan air. Alhasil, petugas damkar menggunakan tandon air, hanya saja lokasinya agak jauh dari titik api. Alhasil, penyedotan mesti dilakukan secara estafet.
Tugas pemadaman titik api ini juga terasa tidak terlalu berat. Sebab BPBD juga dibantu Damkar swasta. “Sedikitnya ada tujuh damkar turun ke lapangan. Jadi kami bisa bahu membahu dalam pemadaman titik api ini,” katanya.(iza/bar)
Editor : Hanif