PONTIANAK POST - Tim Elang Khatulistiwa Persipon siap tampil di Liga 4. Kemarin, pelepasan Persipon dilakukan oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Dengan persiapan seadanya dan minim anggaran, pemangku kebijakan berharap Persipon bisa tampil maksimal di perhelatan sepak bola adu gengsi tim kebanggaan setiap kepala daerah di Kalbar.
Seusai melepas Persipon, Bahasan menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Pontianak terhadap perjuangan Persipon yang akan membawa nama daerah di ajang sepak bola tingkat provinsi tersebut. Dia berharap para pemain dapat menunjukkan performa terbaik serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh pemain Persipon. Semoga dapat meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kota Pontianak di Piala Gubernur Kalbar,” ujarnya.
Dia mengingatkan pentingnya kekompakan dan kerja sama tim dalam meraih hasil maksimal. Menurutnya, prestasi tidak akan tercapai tanpa kebersamaan dan disiplin, serta pengendalian emosi selama pertandingan berlangsung.
“Jangan mengedepankan ego pribadi maupun kelompok. Sepak bola adalah permainan tim. Kekompakan dan kerja sama yang baik menjadi kunci untuk meraih kemenangan,” katanya.
Ia turut menyinggung sejarah Persipon yang pernah menorehkan prestasi di kancah nasional dan berharap momentum Liga 4 ini dapat menjadi kebangkitan tim kebanggaan masyarakat Kota Pontianak tersebut.
Selain itu, Bahasan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari pembinaan generasi muda dan peningkatan prestasi daerah.
“Semoga Persipon bisa tampil maksimal dan membawa pulang hasil membanggakan bagi daerah di Liga 4 ini,” ujarnya.
Salah satu pecinta sepak bola Kota Pontianak, Bacok melihat saat ini perhatian Pemerintah Kota Pontianak untuk klub Persipon masih jauh dari yang diharapkan. Sejauh ini, pembentukan tim dilakukan tanpa persiapan matang. Begitu juga dari alokasi anggaran. Ia pun mempertanyakan sumbangsih Pemkot Pontianak untuk membantu tim ini.
Jika Pemkot Pontianak hanya mensupport anggaran dari dana KONI dan diberikan ke PSSI Pontianak, menurutnya itu bukan sebagai bentuk dukungan yang ideal buat tim Persipon. Sebab, agenda PSSI selama satu tahun itu sangat banyak.
“Harusnya untuk Persipon ini di-plot bantuan tersendiri. Kalaupun tidak bisa dari dana pemerintah, paling tidak dari kepala daerahnya dan pemangku kebijakan,” ujarnya.
Tim dari daerah lain juga dinilainya memiliki beban yang lebih berat daripada Persipon. Soalnya, mereka mesti menyiapkan biaya transportasi dari daerahnya ke Pontianak. Kemudian harus membayar biaya penginapan, hingga makan minum pemain.
“Belum lagi menyiapkan bonus pemain dan pelatih. Persiapan mereka datang ke sini jauh lebih besar biayanya. Sedangkan kita apa yang sudah dikontribusikan Pemkot buat tim kecintaan kita ini,” katanya.
Padahal, kiblat sepak bola Kalbar masih di Kota Pontianak. Itu terbukti ketika pemain yang pernah merumput bersama Persipon, maka namanya semakin besar. Tawaran untuk bermain di liga profesional dan antar kampung semakin banyak.
Begitu pula dengan bayarannya yang semakin besar. Namun, jika prestasi Persipon di Liga 4 tahun ini harus terhenti di fase grup, menurutnya sudah pasti sepak bola Pontianak mengalami kemunduran.
Oleh karena itu, andil dan campur tangan Pemkot Pontianak untuk mengembalikan nama besar Persipon dirasakan sangat mendesak. “Saya harap para pejabatnya bisa peduli dengan sepak bola Pontianak. Apalagi tim Persipon. Ini sudah menjadi identitas Kota Pontianak,” pintanya.(iza)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro