PONTIANAK POST - Kualitas udara pada Senin pagi (26/1) di Kubu Raya sempat berada di kategori sangat tidak sehat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat memprakirakan curah hujan masih rendah hingga akhir Januari 2026. Bahkan hingga tiga hari ke depan, masih belum ada potensi hujan yang signifikan. Hujan berpotensi terjadi pada 1 hingga 3 Februari 2026.
Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, terjadi hujan dengan intensitas ringan selama 24 jam terakhir di sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat, yakni di Sambas, Singkawang dan Kapuas Hulu. Namun, wilayah Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya sudah 16 hari tidak hujan.
Indeks rata-rata harian kualitas udara partikulat PM2 5 tanggal 25 Januari 2026 di wilayah Kalimantan Barat dalam kategori baik hingga sedang. BMKG mendeteksi adanya 29 titik panas. Potensi karhutla untuk beberapa hari ke depan berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
“Beberapa hari ke depan hingga 29 Januari mendatang di sebagian wilayah berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," ucap Supriyadi, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagan wilayah Kalimantan Barat.
"Namun, untuk beberapa hari berikutnya, wilayah-wilayah yang berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar meliputi Bengkayang, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara, Pontianak, dan Ketapang,"ucapnya.
Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 9 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat tanggal 25 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 26 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB , tidak erdapat suhu udara minimum ekstrem.
Suhu udara tertinggi yaitu 32.9°C terjadi di Kapuas Hulu. Suhu udara rata-rata berkisar 24.5°C hingga 28.6°C. Sementara suhu udara terendah adalah 22.2°C di Kubu Raya. Terjadi hujan di sebagian titk pengamatan.
Curah hujan tertinggi terjadi di Sambas dengan jumlah curah hujan 37.9 mm/hari. Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori pendek (6 - 13 hari) dan menengah (13 - 22 hari). Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 17 knot di Sambas. Tidak terdapat jarak pandang ekstrem.
Meski demikian, BMKG Juga mengingatkan masyarakat tetap waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah pada tanggal 28 Januari 2026 dan 1 Februari 2026. (mrd)
Editor : Hanif