PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan sekitar Rp16,6 miliar untuk perbaikan sepanjang 1,37 km dan pemeliharaan 19,3 km ruas Jalan Bodok–Meliau di Kabupaten Sanggau.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan jalan ini menjadi prioritas karena berperan strategis sebagai penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Penanganannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Di Desa Melobok, Dusun Lubuk Masir, saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan. Harapannya, beberapa tahun ke depan seluruh ruas Jalan Bodok–Meliau bisa tuntas secara bertahap, dan setiap tahunnya akan terus kita tangani,” ujar Krisantus di Pontianak, kemarin.
Ia menegaskan tujuan pembangunan jalan bukan sekadar fisik, tetapi memastikan akses transportasi masyarakat tetap lancar. “Yang terpenting adalah jalan bisa dilalui warga. Akses transportasi hidup, karena di situlah roda ekonomi bergerak,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan warga mengenai jalan yang belum sepenuhnya diaspal, Wagub menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan strategi fungsional sesuai keterbatasan anggaran. “Lebih baik seluruh jalur tetap fungsional dan aman dilalui meski belum sempurna, daripada satu titik mulus tapi ruas lain rusak parah. Ini menyangkut kebutuhan sehari-hari masyarakat,” jelasnya.
Krisantus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur merata di seluruh wilayah. “Selama saya diberi amanah, jalan-jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kita perjuangkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutupnya.
Wagub juga meninjau langsung progres peningkatan ruas Jalan Bodok–Meliau di Desa Melobok, Dusun Lubuk Masir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/1).(mse)
Editor : Hanif