Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kabut Asap di Pontianak Meningkat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:31 WIB
Kabut asap pekat menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Pontianak, saat malam hari, mengganggu jarak pandang pengendara.
Kabut asap pekat menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Pontianak, saat malam hari, mengganggu jarak pandang pengendara.

PONTIANAK POST - Kabut asap akibat kebakaran yang melanda beberapa wilayah kini menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Asap kebakaran mengandung partikel halus dan zat berbahaya yang dapat memasuki saluran pernapasan, menyebabkan iritasi mata, batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.

Menurut Dokter di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Nihayatus Solikhah, di dalam asap kebakaran terdapat partikel halus dan zat berbahaya yang bisa masuk ke saluran pernapasan. 

"Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit jantung, dan paru-paru menjadi kelompok yang paling rentan terdampak," ungkapnya.

Dia menjelaskan, paparan kabut asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru dan jantung. Selain gangguan pernapasan, asap kebakaran juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti iritasi mata, pilek, batuk, hingga penurunan daya tahan tubuh jika terpapar dalam jangka waktu lama.

“Kabut asap ini membawa partikel-partikel halus yang mudah masuk ke saluran pernapasan. Dampaknya bisa berupa iritasi mata, batuk, pilek, dan keluhan kesehatan lainnya, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini RSUD SSMA belum mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap. Menurutnya, sebagian besar pasien dengan keluhan ringan biasanya lebih dulu mendapatkan penanganan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas.

“Data di RSUD SSMA belum menunjukkan lonjakan pasien ISPA akibat kabut asap. Kemungkinan besar pasien dengan keluhan ringan seperti iritasi mata, batuk, dan pilek lebih banyak ditangani di FKTP atau puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama,” jelasnya.

Nihayatus mengimbau masyarakat Pontianak untuk meningkatkan kewaspadaan saat kabut asap mulai muncul. Ia menyarankan warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu mendesak.

“Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya beraktivitas di dalam rumah. Namun jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan alat pelindung diri seperti masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengatakan, secara keseluruhan kondisi udara saat ini dalam kategori sedang. Bahkan hari ini lebih baik dari kemarin. Akan tetapi pada pukul tiga dini hari terjadi peningkatan lonjakan cukup signifikan sampai mencapai level sangat tidak sehat akan tetapi kondisi tidak berlangsung lama.

Di pagi hari mulai pukul tujuh kondisi udara kembali membaik sampai pada posisi sedang. “Mudah-mudahan kondisi udara ini kembali sehat. Dengan demikian kita tidak sampai membuat kebijakan lain, hingga meliburkan anak sekolah dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Emiliana mengingatkan masyarakat untuk tidak keluar rumah terutama di waktu malam. Pasalnya, kondisi udara di malam hari mulai tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.

“Kondisi udara di Pontianak masuk kategori tidak sehat. Saat ini, kabut asap tampak. Di waktu siang asap sudah lumayan kuat namun belum terlalu pekat. Apalagi di waktu malam mungkin lebih dari ini. Saya imbau masyarakat untuk tidak keluar di malam hari, terlebih jika tidak ada keperluan penting,” kata Emiliana, Selasa (27/1).

Melihat kondisi udara di Pontianak mulai diselimuti kabut asap. Dia pun minta masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Dinkes dimintanya dapat sigap melakukan pengecekan di puskesmas dan fasilitas kesehatan rumah sakit baik milik pemerintah dan swasta. Fokusnya melihat penanganan kasus ISPA di Pontianak. “Apakah ada kenaikan atau tidak. Jika naik, sudah patut kita tingkatkan pelayanannya. Sebab antisipasi terjadi lonjakan,” katanya.

Menurut Emiliana, kabut asap yang melanda Kota Pontianak bukan kali ini terjadi. Bahkan beberapa tahun lalu, kondisi udara lebih parah dari ini. Pastinya dinas terkait sudah melakukan evaluasi dalam penanganan kabut asap ini.

“Mudah-mudahan juga, Pontianak segera turun hujan. Dengan demikian, ini bisa membantu dalam pemadaman di titik-titik api,” katanya.

Fahri, warga Pontianak mengatakan, kondisi udara siang ini mulai tampak kabut asap. Meski belum begitu tebal, namun ini sudah tidak nyaman. Jika seminggu tidak turun hujan, mungkin kondisi kabut asapnya bisa lebih pekat dari hari ini (kemarin).

“Bagi masyarakat memiliki riwayat ISPA, sebaiknya dikurangi dulu untuk keluar rumah,” ujarnya.(iza)

Editor : Hanif
#Aktivitas Luar Rumah #kebakaran hutan #pontianak #kesehatan #kabut asap