Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

HUT ke-69 Pemprov Kalbar: Gubernur dan Wagub Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Novantar Ramses Negara • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:28 WIB

 

DIABADIKAN: Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan bersama Forkopimda dan jajaran ASN berfoto bersama usai upacara peringatan HUT ke-69 PemprovKalbar di Hal. Kantor Gubernur
DIABADIKAN: Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan bersama Forkopimda dan jajaran ASN berfoto bersama usai upacara peringatan HUT ke-69 PemprovKalbar di Hal. Kantor Gubernur

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperingati Hari Jadi ke-69 Pemprov Kalbar melalui upacara di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (28/1). Momentum ini dimanfaatkan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan untuk menegaskan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah perbatasan dan pelosok.

Upacara dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ASN Pemprov Kalbar. Dalam amanatnya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan tema HUT ke-69, “Bergerak Maju Bersama Membangun Kalimantan Barat Sejahtera”, mencerminkan tekad menghadirkan pembangunan yang inklusif hingga wilayah pedesaan, perbatasan, pedalaman, dan pesisir.

Ia memaparkan capaian makro pembangunan Kalbar tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,09 poin, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,1–5,3 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,16 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.

Meski demikian, Ria Norsan mengakui masih terdapat tantangan serius, terutama keterbatasan fiskal daerah serta perlunya sinkronisasi program strategis nasional dengan kebijakan daerah. Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Usai upacara, Ria Norsan menegaskan Pemprov Kalbar berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. “Di usia 69 tahun ini, kami berharap Pemprov Kalbar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar tujuan pembangunan lima tahun ke depan benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

Salah satu fokus utama adalah pembangunan infrastruktur jalan. Saat ini, kondisi jalan mantap di Kalbar baru mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 80 persen dalam lima tahun ke depan. “Target kita lima tahun ke depan jalan mantap bisa mencapai 80 persen. Saat ini masih sekitar 60 persen dan terus kita percepat,” jelasnya.

Ria Norsan optimistis target tersebut dapat tercapai dalam empat tahun mendatang melalui pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Tahun ini, Pemprov Kalbar memprioritaskan pembangunan ruas Pesaguan–Kendawangan sepanjang lebih dari 100 kilometer yang dinilai strategis bagi aktivitas ekonomi, termasuk pertambangan bauksit dan pasir silika. Selain itu, pembangunan juga difokuskan pada ruas Teluk Batang–Sukadana serta Ketapang–Sukadana.

Prioritas tersebut juga terkait persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Kayong Utara pada Agustus mendatang. “Kita ingin masyarakat mudah mengakses lokasi MTQ. Di samping itu, pembangunan di seluruh kabupaten dan kota tetap berjalan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menilai Kalimantan Barat telah matang dari sisi usia pemerintahan, namun masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam.

Ia menegaskan pengelolaan SDA harus berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, yakni digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. “Kita perlu meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Krisantus juga menyebut kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat harus menjadi dorongan bagi daerah untuk berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam mengelola potensi ekonomi. Ia berharap pemerintah pusat memberikan regulasi yang lebih memadai agar daerah dapat mengoptimalkan pengelolaan SDA secara mandiri.

Lebih lanjut, Krisantus mengingatkan bahwa Kalbar masih tertinggal dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan yang dimekarkan pada periode yang relatif sama. Momentum HUT ke-69 harus menjadi pemacu kinerja ASN. “ASN harus bekerja profesional, tidak hanya menuntut hak, tetapi juga melaksanakan kewajiban secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
#hut ke 69 #pelayanan publik #pemprov kalbar #Komitmen