Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Surat Terakhir untuk Mama: Siswi MTs Diduga Bunuh Diri

Marsita Riandini • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:44 WIB

 

Ilustrasi depresi.
Ilustrasi depresi.

PONTIANAK POST - Pagi itu, Kamis (22/1), rumah sederhana di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, tampak lebih sunyi dari biasanya. Pintu kamar siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Pontianak berusia 13 tahun berinisial C itu tertutup rapat. Di dalam ruangan itulah, abang korban menemukan tubuh C tak lagi bernyawa.

Di dekatnya, terselip selembar surat tulisan tangan yang ditujukan kepada ibunya. Surat itu berisi permintaan maaf dan ungkapan rasa takut menghadapi hari esok. Suasana duka segera menyelimuti rumah itu, sementara kabar penemuan tersebut cepat menyebar ke lingkungan sekitar.

Tak lama berselang, anggota Polsek Sungai Kakap bersama personel Polres Kubu Raya mendatangi lokasi. Sekitar pukul 07.00 WIB, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis pembatas, dan mengumpulkan keterangan dari keluarga serta sejumlah saksi. Di tengah kesibukan aparat, ibu korban tampak terpaku di ruang tamu, enggan berbicara banyak kepada siapa pun. Keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian.

Kapolsek Sungai Kakap Ipda Dollas Zimmi Saputra Nainggolan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan polisi masih mendalami latar belakang kematian korban. “Benar, kejadian itu terjadi pada Kamis lalu di rumah korban. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/1).

Menurut Dollas, langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan lokasi, memeriksa saksi, serta menelusuri informasi yang berkembang di masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap Ipda Adrianus Ari menambahkan, pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Dugaan awal mengarah pada tekanan psikologis yang dialami korban, terutama terkait persoalan di sekolah. “Informasi sementara, korban diduga mengalami tekanan karena masalah di sekolah. Namun semua masih kami selidiki lebih lanjut,” katanya.

Dalam pemeriksaan awal, polisi memintai keterangan ibu dan abang korban. Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa pada malam sebelum peristiwa terjadi, C menunjukkan perubahan sikap. Ia terlihat murung dan mengaku sedang memikirkan masalah yang dihadapinya di sekolah. Kepada ibunya, korban sempat mengatakan enggan masuk sekolah keesokan harinya karena merasa malu.

Di dalam kamar korban, penyidik menemukan sepucuk surat yang ditulis tangan. Surat itu, menurut polisi, berisi ungkapan perasaan takut, rasa bersalah, dan permohonan maaf kepada orang tua. Surat yang telah tersebar luas di media sosial tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan untuk memahami kondisi psikologis korban menjelang peristiwa tersebut.

Berikut isinya:

Ma, maaf ya sudah membuat Mama kecewa. Cxxxx takut, Ma. Cxxxx takut besok dan takut pergi ke sekolah karena nama Cxxxx sudah jelek. Kemarin Cxxxx dipanggil guru dan kakak kelas, makanya Cxxxx merasa takut dan malu untuk datang ke sekolah lagi.

Baca Juga: Siswi MTs di Pontianak Ditemukan Gantung Diri di Rumah, Diduga Karena Depresi Persoalan di Sekolah

Cxxxx tahu perbuatan itu adalah kesalahan besar, dan Cxxxx juga tahu cara menyelesaikan masalah ini adalah kesalahan besar. Tapi Cxxxx tidak kuat menghadapinya.

Terima kasih ya, Ma, atas semua kebaikan Mama. Terima kasih sudah mau mendengarkan cerita Cxxxx tanpa emosi. Mama tidak perlu sedih, karena Cxxxx tidak pantas disedihkan. Cxxxx hanya minta keluarga ini tetap bahagia.

Tolong masalah ini jangan diramaikan. Cxxxx hanya ingin dikuburkan dengan layak dan jangan sampai masalah ini melibatkan polisi.

Editor : Hanif
#Surat Terakhir #mts #kota pontianak #siswi #bunuh diri