PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa minta Pemerintah Pontianak dapat mengedepankan cadangan alokasi anggaran penanganan mitigasi bencana. Menurutnya dampak perubahan iklim yang terjadi, sudah semestinya menjadi perhatian fokus bagi Pemerintah Kota Pontianak.
“Dampak dari perubahan iklim ini terjadi global. Penyebabnya bermacam. Mulai dari peningkatan gas rumah kaca, deforestasi hutan hingga aktivitas industri dan transportasi. Kejadian bencana itu bisa terjadi dan tidak melihat waktu. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus melakukan mitigasi. Salah satunya dari kesiapan alokasi anggaran penanganan bencana,” ujar Bebby kepada Pontianak Post, Rabu (28/1).
Kota Pontianak kata dia, paling rentan kejadian angin puting beliung, banjir dan kabut asap. Kalau bicara tentang kabut asap ini, dampaknya banyak. Sebagian lahan di Pontianak itu gambut, sehingga ketika musim kemarau tiba, rentan terbakar. Belum lagi dari sisi kesehatan, masyarakat rentan terpapar ISPA.
Ini mesti menjadi perhatian Pemkot Pontianak. Terutama dalam kecepatan penanganannya. Terlebih berhadapan dengan penanganan kabut asap seperti ini bukan kali pertama. Sudah seharusnya, evaluasi yang dilakukan bisa menjadi pembelajaran setiap tahun agar dalam penanganannya lebih baik sigap dan cepat.
Menurutnya, dari sisi alokasi anggaran bencana mesti ditambah. Sebab penanganan bencana membutuhkan operasional yang besar. Salah satunya, dalam upaya pemadaman api di lahan yang terbakar, diperlukan banyak tenaga. Jangan sampai, dalam penanganan andil pemadaman BPBD milik pemerintah tak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran.
“Kita berterima kasih kepada teman-teman damkar swasta. Selama ini mereka banyak membantu dalam pemadaman kebakaran lahan dan bangunan,” ungkapnya.
Maka dari itu, alokasi anggaran untuk penanganan bencana mesti ditambah. Pemkot Pontianak mesti melihat jika mitigasi bencana itu penting. Diakui Bebby memang dari sisi penambahan anggaran akan terasa berat. Terlebih di tahun ini pemerintah pusat memangkas alokasi anggaran transfer ke daerah. Tetapi itu bisa dilakukan, tetapi tergantung ke kepala daerahnya lagi.
Tetapi melihat perubahan iklim yang kian tahun semakin terasa. Sudah saatnya, Pemkot mesti menambah anggaran untuk penanganan mitigasi bencana. Peta penanganan mitigasi bencana juga mesti dimiliki. Peta itu bisa menjadi dasar dalam penanganan bencana di Pontianak.
“Paling dominan itukan angin puting beliung, banjir serta kabut asap akibat kebakaran lahan. Saya rasa, ketiga kejadian ini harus dicari skema penanganannya. Tujuannya supaya penanganan bisa lebih cepat sehingga kita bisa mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan,” ungkapnya.(iza)
Editor : Hanif