PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyerahkan berbagai penghargaan kepada sembilan kabupaten/kota, perangkat daerah, perusahaan, serta perorangan berprestasi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (28/1). Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, pengelolaan kearsipan, pengembangan budaya dan olahraga, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang akuntabel sepanjang tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kota Pontianak menjadi salah satu daerah dengan capaian signifikan. Kota ini berhasil meraih Peringkat I Penghargaan Pengawasan Kearsipan Eksternal Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat dengan Kategori A (Memuaskan), Peringkat III Capaian Terbaik Implementasi Program Prioritas Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2025, serta menerima dua penghargaan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas penetapan Kue Batang Burok Pontianak dan Tari Timang Banjar sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2025.
Kabupaten Mempawah juga mencatatkan prestasi dengan meraih Peringkat I Capaian Terbaik Implementasi Program Prioritas Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2025. Selain itu, Kabupaten Mempawah menerima penghargaan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas penetapan Aek Serbat Mempawah, Dokok-Dokok Telanjang, dan Cengkaruk Mempawah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025.
Sementara itu, Kota Singkawang memperoleh penghargaan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas penetapan Kasai Langger, Wayang Gantung, dan Besam-sam sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025. Kabupaten Kubu Raya juga menerima penghargaan serupa melalui penetapan Jepin Langkah Jarom Mesen serta Ritual Penok-Penok Bugis sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Di bidang kearsipan, Kabupaten Landak berhasil meraih Peringkat II Penghargaan Pengawasan Kearsipan Eksternal Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat dengan Kategori A (Memuaskan). Adapun Kabupaten Kapuas Hulu meraih Peringkat II Capaian Terbaik Implementasi Program Prioritas Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2025 serta penghargaan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas penetapan Tenun Kebat Dayak Iban sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Kabupaten Ketapang menerima penghargaan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas penetapan Tengkuyung Berambeh dan Ritual Baboretn Dayak Simpakng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025. Selain itu, Kabupaten Ketapang juga meraih Penghargaan Penyelenggaraan Nama Rupabumi Unsur Alami, Buatan, dan Warisan Budaya Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Penghargaan di bidang pelestarian budaya juga diraih Kabupaten Sintang melalui penetapan Tuak Pekejang, Ngemai Mandi Anak ke Sungai, Gawai Ngamik Semengat Padi, serta Betangkan Beakuk sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025. Kabupaten Sintang turut menerima Penghargaan Penyelenggaraan Nama Rupabumi Unsur Alami, Buatan, dan Warisan Budaya Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sementara itu, Kabupaten Kayong Utara meraih penghargaan atas penetapan Kengkarangan Simpang Matan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia serta penghargaan Penyelenggaraan Nama Rupabumi tingkat provinsi.
Selain penghargaan kepada pemerintah kabupaten dan kota, Pemprov Kalbar juga menyerahkan Penghargaan Pengawasan Kearsipan Internal Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat Kategori A (Memuaskan) kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat. Penghargaan Ketaatan Penyampaian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Tahun Anggaran 2025 dengan predikat Tepat Waktu dan Sesuai Ketentuan diberikan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah perusahaan atas partisipasi dan kepedulian sosial dalam mendukung penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025, di antaranya PT Harita Bauxite, PT Jamkrida Kalbar, Perusda Aneka Usaha, CW Coffee, dan Wk. Asiang.
Di bidang olahraga, Pemprov Kalbar memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih berprestasi yang berhasil mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang nasional, seperti Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII NTB 2025, Pekan Olahraga Nasional KORPRI XVII 2025, PON Beladiri 2025, Pekan Olahraga Pelajar Nasional XVII 2025, serta Pekan Paralimpik Pelajar Nasional XI 2025, dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa seluruh penghargaan yang diberikan merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Hari ini kita melihat sembilan kabupaten dan kota membawa kebanggaan bagi daerahnya masing-masing. Seluruh penghargaan ini menjadi bukti bahwa pembangunan Kalimantan Barat berjalan secara merata, menyeluruh, dan berkelanjutan,” tegasnya. (mse/r)
Editor : Hanif