PONTIANAK POST — Di tengah kepulan asap tebal yang mengancam permukiman warga, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung ke lokasi kebakaran lahan di Parit Delapan, Jalan Sungai Selamat Dalam Ujung, Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kamis (29/1).
Kawasan ini merupakan wilayah perbatasan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah yang rawan terdampak asap lintas daerah.
Dengan mengenakan perlengkapan lapangan, Edi tak hanya meninjau, tetapi ikut memantau proses pemadaman dan memastikan keselamatan warga yang tinggal tak jauh dari titik api.
“Kami khawatir asap bergerak ke arah Pontianak. Sudah banyak keluhan warga yang terganggu pernapasan dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya di sela peninjauan.
Dari lokasi, tampak asap hitam membumbung tinggi dari arah Kabupaten Mempawah dengan jarak sekitar satu kilometer.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pontianak segera mengerahkan tim gabungan bersama relawan dan instansi terkait untuk menjaga perbatasan wilayah agar api tidak merambat ke kawasan permukiman.
Tim terus melakukan patroli rutin, penyiraman, serta pendinginan di sejumlah titik api. Namun, Edi mengakui tantangan besar di lapangan adalah keterbatasan armada dan pasokan air ketika harus menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Kami berharap BPBD Provinsi juga ikut membantu karena ini lintas wilayah. Yang terpenting sekarang adalah mencegah api masuk ke Kota Pontianak,” tegasnya.
Sebelum menuju perbatasan kota, Edi Kamtono lebih dulu mendatangi lokasi kebakaran di Gang Remin, Siantan Hilir.
Di kawasan itu, lahan hampir dua hektare terbakar dan posisinya sangat dekat dengan rumah warga.
“Sumber api belum diketahui. Sejak pagi sudah muncul asap lalu menyebar cepat karena angin cukup kencang,” jelasnya.
Di lapangan, Edi memastikan tim Pemkot bersama relawan pemadam kebakaran terus berjibaku tanpa henti. Mereka menyisir lahan-lahan rawan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Tak hanya fokus pada pemadaman, Edi juga menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
“Siapa pun yang sengaja membakar lahan dalam kondisi seperti ini akan kami amankan dan interogasi. Kami sedang menelusuri kepemilikan lahannya. Apakah disengaja atau karena kelalaian, yang jelas ada unsur kelalaian di sini,” tegasnya.
Selain Parit Delapan dan Gang Remin, kebakaran juga terjadi di kawasan Jalan Flora yang masuk wilayah perbatasan Pontianak–Mempawah. Meski berada di luar wilayah administratif Kota Pontianak, Edi memastikan Pemkot tetap memberikan bantuan pemadaman.
“Kami tetap turun membantu, karena dampaknya bisa dirasakan warga Pontianak,” katanya.
Di akhir peninjauan, Edi Kamtono mengimbau warga, khususnya yang tinggal di sekitar lahan gambut, agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Jarak lahan terbakar dengan rumah warga sangat dekat. Kalau tidak cepat ditangani, bisa membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan investigasi hingga pelaku pembakaran ditemukan.
“Kami tidak akan tinggal diam. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutupnya. (iza/r)