Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wali Kota Pontianak Tekankan Kolaborasi Sektor Angkutan Truk untuk Ekonomi Daerah

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 30 Januari 2026 | 10:43 WIB

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam sektor transportasi, khususnya angkutan truk, untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan Edi saat membuka Musyawarah Daerah II Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (28/1).

Menurut Edi, sistem distribusi angkutan barang sangat vital bagi perekonomian. Gangguan dalam sistem distribusi akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di daerah yang sedang berkembang seperti Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.

"Distribusi angkutan ini adalah urat nadi perekonomian. Jika tersumbat atau terputus, maka roda ekonomi bisa terganggu," ujarnya.

Edi menambahkan bahwa transportasi yang ideal harus sejalan dengan penataan ruang kota dan wilayah, yang sudah dituangkan dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Penataan Ruang dan Peraturan Daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK). Hal ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan transportasi yang lebih tertata dan efisien.

Edi juga mengulas sejarah transportasi di Kota Pontianak yang semula bergantung pada jalur sungai, mengingat kota ini terletak di sepanjang Sungai Kapuas. Namun, seiring waktu, sistem angkutan semakin modern, terutama dengan penggunaan kontainer. Angkutan truk, menurut Edi, memainkan peran vital dalam mendukung distribusi barang, baik antar daerah, antar pulau, maupun lintas negara.

Meski begitu, Edi mengakui bahwa sektor angkutan truk menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur jalan dan sistem lalu lintas. Ia mengusulkan agar sistem transportasi kota dibagi sesuai dengan jenis angkutan, yaitu angkutan berat, sedang, dan ringan, dengan jalur yang terpisah.

"Untuk angkutan berat seperti trailer, seharusnya memiliki jalur tersendiri. Namun faktanya, di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, jalur angkutan masih bercampur," katanya.

Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana jalan juga menjadi hambatan besar. Pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan investasi besar dan harus disesuaikan dengan rencana tata ruang yang telah disusun sebelumnya.

Edi menyatakan bahwa masalah tersebut tidak hanya dialami oleh Kota Pontianak, tetapi juga oleh kota-kota besar lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, asosiasi angkutan, dan semua pihak terkait untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Ketua DPD APTRINDO Kalimantan Barat, Muhammad Andi, menambahkan bahwa tantangan sektor logistik di Kalimantan Barat semakin kompleks, terutama dengan adanya dinamika transisi regulasi angkutan dan tuntutan pelayanan di era digital. Meskipun demikian, APTRINDO tetap optimis dapat menjawab tantangan tersebut melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan seluruh anggota.

Menurut Andi, sektor logistik memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak utama perekonomian. Kuat dan tangguhnya sistem transportasi logistik akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

"Jika kita kuat dan tangguh, maka langkah menuju Indonesia Emas bukan sekadar impian, melainkan kepastian yang dapat kita wujudkan bersama," pungkasnya.(*/iza)

Editor : Hanif
#Ekonomi #Sektor #distribusi barang #sinergi #angkutan umum #Wali Kota Pontianak