PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (31/1).
Pendopo Gubernur Kalbar tampak dipenuhi suasana khidmat dan religius sebagai wujud kecintaan serta penghormatan masyarakat terhadap ajaran agama Islam. Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an ini dihadiri oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, dan tokoh masyarakat.
Peringatan Isra Mikraj kali ini mengusung tema, “Mendekatkan Diri kepada Allah SWT dan Menjaga Alam sebagai Wujud Iman dan Amanah Kekhalifahan.”
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan ujian keimanan bagi umat Islam.
“Jika ditelaah dengan akal sehat, peristiwa ini mungkin terasa tidak masuk akal. Namun atas izin Allah SWT dan dengan keimanan, peristiwa Isra Mikraj benar-benar terjadi. Salah satu inti dari peristiwa ini adalah hadiah terbesar dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, yaitu perintah melaksanakan salat lima waktu,” ujar Norsan.
Melalui peringatan Isra Mikraj ini, Norsan berharap umat Islam dapat senantiasa istikamah dalam menjalankan ibadah salat.
“Ibadah salat merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan setiap hari, termasuk nikmat kesehatan dan kehidupan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ria Norsan yang juga menjabat sebagai Ketua DMI dan IPHI Kalbar mengingatkan bahwa umat Islam akan segera menyambut Bulan Suci Ramadan, yang kemudian disusul dengan keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci.
“Mari kita sambut Ramadan dengan penuh suka cita dan mengisinya dengan amal ibadah, seperti berpuasa, bersedekah, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an,” pesannya.
Peringatan Isra Mikraj ini diisi dengan tausiyah dan ceramah agama oleh KH. Saftiar Daeng Sapareng serta ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kalbar. (mrd/r)
Editor : Hanif