PONTIANAK POST – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Nasional Olahraga Nasional (KONI) Kubu Raya yang semula dijadwalkan Minggu (1/2) akhirnya dibatalkan setelah KONI Kalimantan Barat mengeluarkan instruksi penundaan demi pembenahan mekanisme organisasi.
Sekretaris KONI Kalimantan Barat, Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, menegaskan penundaan Musorkab KONI Kubu Raya dilakukan demi menjaga marwah organisasi serta memastikan tata kelola organisasi olahraga di daerah tetap berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
Saat dikonfirmasi Pontianak Post, Senin (2/2) malam, pria yang kerap disapa Boby ini menyatakan KONI Kalbar juga menginstruksikan agar segera dipersiapkan penunjukan karateker KONI Kabupaten Kubu Raya guna menjamin keberlangsungan roda organisasi.
“Musorkab KONI Kubu Raya dinyatakan batal dan ditunda. Untuk menjaga keberlangsungan organisasi, kami menginstruksikan agar segera dipersiapkan karateker KONI Kubu Raya sampai seluruh persyaratan dan mekanisme organisasi terpenuhi,” ucap Daud Yordan.
Pembentukan karateker menurutnya merupakan langkah organisatoris yang sah dan dibenarkan dalam aturan KONI, khususnya ketika terjadi kendala dalam pelaksanaan Musorkab. Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang dapat berdampak pada stagnasi pembinaan olahraga di daerah.
“Karateker diperlukan agar organisasi tetap berjalan, pembinaan atlet tidak terhenti, dan koordinasi dengan cabang olahraga tetap berlangsung sambil menunggu terpenuhinya seluruh ketentuan organisasi dan tentunya semua keputusan yang diambil KONI Kalbar ini sudah melalui mekanisme organisasi rapat pimpinan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musorkab KONI Kubu Raya, Robby, membenarkan adanya instruksi penundaan tersebut. Kata Robby, pihaknya menerima surat resmi penundaan Musorkab dari KONI Kalbar pada saat-saat menjelang pelaksanaan kegiatan.
Robby menegaskan panitia menghormati dan mematuhi keputusan yang diambil oleh KONI Provinsi Kalimantan Barat, meskipun keputusan tersebut berdampak langsung pada seluruh rangkaian persiapan yang telah dilakukan.
“Sebagai panitia, kami tunduk dan patuh terhadap keputusan KONI Provinsi. Namun tentu kami berharap kejelasan dan kepastian ke depan, agar proses organisasi dapat berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan polemik di kalangan cabang olahraga,” ujar Robby.
Kata Robby, dengan ditundanya Musorkab, maka agenda pemilihan kepengurusan KONI Kubu Raya otomatis belum dapat dilaksanakan hingga adanya keputusan lanjutan dari KONI Kalbar.
Dengan rencana penunjukan karateker KONI Kabupaten Kubu Raya, diharapkan proses konsolidasi organisasi, pembinaan atlet, serta koordinasi dengan seluruh cabang olahraga di daerah tetap berjalan normal sambil menunggu penjadwalan Musorkab yang definitif.
“Hingga saat ini, KONI Kalbar masih melakukan pembahasan internal terkait sosok yang akan ditunjuk sebagai karateker serta mekanisme lanjutan pelaksanaan Musorkab KONI Kubu Raya,” pungkas Robby. (ash)
Editor : Hanif