PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko memastikan sampai saat ini pihaknya belum mendapati laporan terhadap temuan penularan penyakit virus nipah. Meski begitu, dia sudah menginstruksikan semua fasilitas kesehatan untuk melakukan pengawasan terhadap bahaya virus tersebut.
“Isu virus nipah ini menjadi perhatian publik. Kami (Dinkes) sudah melakukan pengamatan terhadap kasus infeksi saluran napas di semua fasilitas kesehatan. Sosialisasi juga sudah diberikan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat yang datang ke faskes, mulai dari RS sampai ke puskesmas,” ujar Saptiko kepada Pontianak Post, Selasa (3/2).
Dia melanjutkan pencegahan terhadap virus nipah harus dilakukan. Oleh sebab itu edukasi diadakan, dengan harapan sosialisasi ini dapat tersampaikan dan masyarakat bisa paham dengan gejala penyakit tersebut.
Lebih dalam kata Saptiko menjelaskan jika virus nipah ini menular melalui kelelawar ke manusia. Kemudian penularannya melalui kontaminasi air liur atau urin kelelawar. Setelah manusia terpapar virus, penyebaran bisa melalui cairan tubuh, seperti air liur, droplet dan batuk.
Gejala virus nipah ini mirip flu. Seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual dan muntah, radang otak, kejang, gangguan pernafasan, kejang, penurunan kesadaran sampai koma.
Sebagai antisipasi untuk pencegahan penyebaran virus ini, dimintanya masyarakat mencuci buah sebelum dimakan. Kemudian hindari kontak dengan kelelawar atau babi sakit. untuk berjaga-jaga, masyarakat dapat menggunakan masker dan jaga kebersihan saat merawat orang sakit.
“Untuk virus nipah ini saya tidak tahu. Penyebarannya melalui apa pun saya belum mengerti,” kata Bambang, warga Kota Pontianak.
Dijelaskan dia, kondisi cuaca di Kota Pontianak saat ini panas terik. Hujan juga belum intens. Akibat suhu udara tinggi. Sehingga dapat membuat antibodi manusia rentan dan mudah terpapar penyakit.
Kaitan dengan virus nipah, ia berharap, tidak sampai ke Pontianak. Dia pun minta, edukasi dapat dilakukan dengan berkelanjutan. Ketika sosialisasi dapat teredukasi dengan baik, maka masyarakat dapat mengantisipasi terkait bahaya virus nipah ini.(iza)
Editor : Hanif