PONTIANAK POST - Dekranasda Kalbar membawa produk kriya unggulan ke INACRAFT 2026 sebagai upaya memperluas akses pasar nasional dan global. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, S.H., M.H., menghadiri pembukaan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/2/2026).
Perhelatan yang telah eksis sejak 1999 ini dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, bersama Ketua Umum Dekranas Indonesia Selvi Gibran Rakabuming, serta jajaran pendiri ASEPHI, yang ditandai dengan pemukulan lesung sebagai simbol dimulainya ajang kerajinan terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
INACRAFT kembali menegaskan posisinya sebagai ruang strategis bagi subsektor kriya Indonesia untuk bersinar di tingkat nasional hingga global. Tahun ini, INACRAFT mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, sebagai bentuk apresiasi sekaligus refleksi atas peran krusial perempuan sebagai inovator, wirausaha, dan penjaga nilai budaya yang berkontribusi nyata terhadap ekonomi keluarga dan daerah.
Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) atas konsistensinya menjaga reputasi INACRAFT selama lebih dari dua dekade. Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif yang kian impresif.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, subsektor fashion dan kriya masih menjadi penguasa pasar ekspor kreatif Indonesia. Subsektor fashion mencatat nilai ekspor sebesar USD 16,3 miliar sepanjang Januari–November 2025, disusul subsektor kriya dengan capaian USD 12,03 miliar pada periode yang sama,” ungkapnya.
Pemerintah menekankan bahwa INACRAFT 2026 bukan sekadar ajang jual beli, melainkan momentum membangun ekosistem kriya yang inklusif, berkeadilan, dan adaptif. Fokus pada kepemimpinan perempuan diharapkan melahirkan produk kerajinan yang berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan secara bisnis dan lingkungan. “Perempuan telah menjadi motor penggerak yang menghadirkan produk kriya adaptif dan kompetitif,” ujarnya.
Dengan bertemunya tradisi dan inovasi di INACRAFT, Indonesia optimistis sektor ekonomi kreatif akan terus menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Hj. Erlina Ria Norsan, menyebut kehadirannya sebagai bentuk komitmen mendorong roda ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan pengrajin di Kalimantan Barat. “Kehadiran ini menjadi simbol dukungan kuat pemerintah daerah terhadap kreativitas dan daya saing produk lokal di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut dihadiri seluruh Ketua Dekranasda dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, serta didampingi jajaran dinas terkait, seperti Dinas Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, guna memastikan sinergi pembinaan pengrajin berjalan optimal. “Momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pijakan penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan mutu produk kerajinan Kalimantan Barat,” tuturnya.
Dengan peningkatan standar kualitas, Hj. Erlina berharap produk UKM lokal mampu bersaing lebih tajam dan memberi dampak ekonomi langsung bagi keluarga para pengrajin. “Mudah-mudahan momentum ini dapat meningkatkan dan memajukan mutu para pengrajin di Kalimantan Barat,” ucapnya.
Kehadiran Ketua Umum ASEPHI juga dinilai sebagai angin segar bagi ekosistem bisnis daerah. Sinergi tersebut diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya inovasi baru sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Kalbar.
“Pemerintah daerah melalui Dekranasda berkomitmen terus memberikan motivasi dan inspirasi bagi pelaku UKM. Harapannya, semangat dari kegiatan ini menular hingga ke pelosok Kalimantan Barat dan memicu tumbuhnya wirausaha yang mandiri serta berdaya saing,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat menampilkan berbagai karya kriya unggulan, di antaranya Tenun Ikat dari Sintang, Tenun Sidan Kapuas Hulu, kain tenun khas Sambas, berbagai produk anyaman, manik-manik, ketoro, serta aneka produk kerajinan lainnya yang mencerminkan pertemuan tradisi dan inovasi. Produk kriya unggulan Kalimantan Barat hadir dengan kualitas terbaik dan siap melangkah ke pasar nasional maupun global. **
Editor : Hanif