Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Insiden Bom Molotov di SMP Sungai Raya: Kapolda Ungkap Faktor Psikologis dan Keluarga Pelaku

Meidy Khadafi • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:10 WIB

 

Pipit Rismanto
Pipit Rismanto

PONTIANAK POST – Seorang siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, diduga melempar bom molotov ke area sekitar ruang kelas pada Selasa (3/2). Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu siswa mengalami luka ringan. Kepolisian menegaskan, kasus ini tidak terkait aksi terorisme, melainkan diduga dipicu oleh tekanan psikologis akibat persoalan keluarga dan lingkungan sekolah.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengatakan pendalaman awal menunjukkan kondisi keluarga terduga pelaku menjadi faktor utama. “Dari pendalaman kami, ternyata kakek dan ayahnya sedang sakit. Ini menjadi perhatian kita bersama, baik pemerintah, kepolisian, KPAI, sekolah, maupun Dinas Pendidikan,” ujar Pipit saat meninjau lokasi sekolah, Rabu (4/2).

Pipit menekankan, meski aktivitas terduga pelaku di sekolah berjalan normal, beban psikologis di rumah diyakini memengaruhi perilakunya. “Secara kegiatan di sekolah normal, tapi ada hubungan dengan kondisi keluarganya. Ini perlu pendalaman secara psikologis agar kita bisa mengambil langkah ke depan supaya kejadian ini tidak terulang,” katanya.

Selain masalah keluarga, Kapolda juga menyebut kemungkinan tekanan dari lingkungan sekolah, termasuk perundungan (bullying), sebagai faktor yang masih didalami. “Kami sedang menggali akar masalahnya. Ini bukan hanya soal peristiwa pidananya, tetapi juga kondisi psikis anak. Lingkungan sekolah dan pergaulan juga kami dalami,” ujar Pipit.

Pihak kepolisian menegaskan penanganan kasus tidak semata-mata melalui hukum. “Penanganan hukum itu ultimum remedium. Akar masalahnya dulu kita selesaikan. Apakah ini karena tekanan psikis, lingkungan sekolah, atau faktor lain, semuanya harus jelas dulu,” kata Pipit. Upaya pembinaan dan pemulihan mental anak akan dilakukan bekerja sama dengan KPAI, sekolah, dan instansi terkait.

Dalam upaya mencegah perilaku menyimpang di sekolah, Kapolda mengimbau pengawasan ketat terhadap siswa, termasuk memantau penggunaan gadget dan kebiasaan bermain gim. “Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Dorong anak mengikuti kegiatan positif dan ekstrakurikuler,” katanya.

Lingkungan sekolah juga diminta berperan aktif. “Sekolah harus mengawasi perilaku murid, tidak saling mengejek, tidak membully, serta mengarahkan pada kegiatan yang membangun. Kami dari kepolisian juga akan menurunkan Bhabinkamtibmas ke sekolah-sekolah,” tambah Pipit. Tokoh agama, adat, dan masyarakat pun diminta memberikan pendampingan moral bagi remaja.

 

Sayangkan Insiden

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyayangkan insiden ini meski tidak menimbulkan kerusakan fisik. “Memang tidak ada kerusakan, tetapi ini tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat,” ujar Sujiwo. Pemerintah kabupaten akan menindaklanjuti kasus setelah kepolisian menyelesaikan proses penyelidikan. Korban yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan dan dipulangkan ke rumah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian. Sebagai langkah antisipatif, pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 3 Sungai Raya diganti sementara dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, Rabu-Kamis (7–8/2), untuk memastikan keamanan siswa. “Proses PJJ ini akan dievaluasi lagi hingga situasi benar-benar kondusif dan aman untuk kegiatan tatap muka,” ujar Syarif.

Kasus bom molotov ini menjadi sorotan lantaran memadukan persoalan keluarga, tekanan psikologis, dan potensi perundungan di sekolah. Kapolda Pipit menekankan bahwa pencegahan dan pembinaan anak-anak remaja menjadi kunci agar peristiwa serupa tidak terulang. “Ini tanggung jawab kita bersama. Tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh adat kami minta membantu memberikan pencerahan agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (mdy)

Editor : Hanif
#bom molotov #masalah keluarga #tekanan psikologis #siswa smp #sungai raya