Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Investor Kalbar Melonjak Tajam, BEI Beberkan Faktor Pemancingnya

Novantar Ramses Negara • Minggu, 8 Februari 2026 | 22:05 WIB

INVESTASI : Bupati Sambas terus dorong masuknya investasi di Kabupaten Sambas, diantaranya bertemu langsung dengan Ketum Kadin di Jakarta. IST
INVESTASI : Bupati Sambas terus dorong masuknya investasi di Kabupaten Sambas, diantaranya bertemu langsung dengan Ketum Kadin di Jakarta. IST

PONTIANAK POST – Minat masyarakat Kalimantan Barat terhadap pasar modal melonjak tajam sepanjang 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor di Kalbar menembus 258.248 orang, bertambah 71.173 investor baru dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menandai perubahan signifikan pola pengelolaan keuangan masyarakat yang kian terbuka terhadap investasi modern.

Kepala Pelaksana Harian Wilayah BEI Kalimantan Barat, Ardhy Anto, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang melalui pasar modal.

“Pertumbuhan investor di Kalimantan Barat sangat menggembirakan. Ini tidak lepas dari upaya edukasi dan sosialisasi yang kami lakukan secara berkelanjutan serta menyasar berbagai lapisan masyarakat,” ujar Ardhy, Jumat (6/2) di Hotel Novotel Pontianak.

Secara nasional, pasar modal Indonesia juga menutup 2025 dengan kinerja solid. Total investor pasar modal—meliputi saham, obligasi, dan reksa dana—meningkat 36,67 persen menjadi 20,3 juta investor. Khusus investor saham dan surat berharga lainnya, jumlahnya naik lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham.

Ardhy menjelaskan, capaian tersebut didorong oleh masifnya kegiatan literasi dan inklusi pasar modal. Sepanjang 2025, BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi menggelar puluhan ribu kegiatan edukasi, baik secara luring maupun daring.

Di Kalimantan Barat sendiri, tercatat 924 kegiatan edukasi pasar modal yang diikuti 171.396 peserta.

“Edukasi menjadi kunci. Kami ingin masyarakat Kalbar tidak hanya mengenal saham, tetapi juga memahami berbagai produk pasar modal lainnya sebagai alternatif investasi,” katanya.

Selain pertumbuhan investor, infrastruktur edukasi pasar modal di Kalbar juga terus diperkuat. Hingga akhir 2025, BEI menambah enam Galeri Investasi baru sehingga total menjadi 32 galeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Galeri ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pembelajaran keuangan bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.

Sementara itu, secara nasional BEI mencatat 26 pencatatan saham baru dengan dana IPO mencapai Rp18,1 triliun, serta ratusan pencatatan efek lainnya seperti obligasi, sukuk, ETF, dan waran terstruktur. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,10 persen sepanjang 2025 dengan kapitalisasi pasar menembus Rp16 ribu triliun.

Memasuki 2026, BEI menargetkan pertumbuhan dua juta investor baru secara nasional. Di Kalimantan Barat, Ardhy menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah program unggulan, mulai dari penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan industri keuangan, kampanye penggunaan aplikasi IDX Mobile, hingga peningkatan edukasi produk non-saham dan pendampingan perusahaan potensial daerah untuk melantai di bursa.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BEI Kalbar menggelar Workshop Go Public pada Kamis (6/2) bekerja sama dengan Gakeslab Kalbar, GPFI Kalbar, dan HIPMI Kota Pontianak. Workshop bertema “Go Big With Go Public” ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas manfaat, proses, serta kisah sukses perusahaan yang telah melakukan penawaran saham perdana (IPO).

“Harapannya, semakin banyak perusahaan daerah di Kalimantan Barat yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutup Ardhy. (mse)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#saham #Pasar Modal #kalimantan barat #pontianak #investor