PONTIANAK POST - Pelaksanaan Liga 4 Provinsi Kalimantan Barat yang telah selesai dihelat mesti menjadikan cambuk untuk tim Persipon Pontianak. Pasalnya, di Liga 4 tahun ini, Elang Khatulistiwa tak mampu berbicara banyak.
Sudah beberapa tahun ke belakang prestasi Persipon tim kebanggaan masyarakat Kota Pontianak semakin menurun prestasinya. Terakhir, Persipon bermain di Liga 4 dengan hasil kekecewaan. Lebih menyedihkan Persipon justru tak mampu lolos untuk fase grup.
Akibat hasil buruk ini, manajemen hingga kepala daerah dikecam oleh suporter yang mencintai tim Persipon. “Secara keseluruhan permainan Persipon di Liga 4 sangat buruk. Tiga kali bertanding, hanya bisa menang satu kali dan kalah dua kali. Kami tidak menyalahkan pemain, tapi kami menyalahkan manajemen. Tampak sekali dari hasil ini, dalam persiapan tim tidak dilakukan dengan matang,” ujar suporter Pontianak Fans, Juliadi, belum lama ini.
Pontianak Fans menuntut agar ke depan manajemen Persipon dibuat lebih baik. Terutama dari sisi manajemen kepengurusan, jangan asal-asalan seperti ini. Ketika Liga 4 mau bergulir, pengurus baru sibuk mencari pemain, pelatih dan jajaran manajer. Padahal, jika disiapkan secara berkelanjutan dia yakin Persipon mampu meraih hasil juara.
Dia menyayangkan Persipon yang merupakan klub kuat di masanya. Ketika bermain di Liga 4 justru hasilnya tidak sesuai harapan. Bahkan lebih menyedihkan, Persipon justru pulang lebih awal.
Kekecewaan sama dirasakan suporter Pontianak Fans lainnya, Ucok. “Apa yang menjadi kendala manajemen. Kalau kurang anggaran, kami bisa juga ikut bersumbangsih. Akan kami lakukan hal yang sama seperti kami mencarikan dana buat Kancil dulu. Hasilnya kami mampu mengumpulkan uang hingga Rp120 juta. Semuanya kami serahkan ke manajemen. Kalau ini kami menyayangkan, sebab manajemen Persipon tertutup,” tegasnya.
Dia juga menyinggung peran kepala daerah Yaitu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak. Kemana bentuk dukungan Persipon. Apakah mereka membantu dari sisi anggaran. Jika tidak, artinya kepedulian mereka untuk sepak bola yang notabene olahraga masyarakat tidak dipandang sama sekali.
Terlebih, kata dia, dua kepala daerah saat ini wali dan wakil pernah menjabat sebagai Ketua Askot PSSI Pontianak. Sudah semestinya mereka paham tentang persoalan sepak bola di Pontianak. Apa yang menjadi kendala dan tantangan sudah pasti diketahuinya. Jangan ketika musim politik saja sepak bola digiring dan didukung, namun setelah musim politik selesai, sepak bola dilupakan.
Pontianak Fans, kata dia, akan melakukan audiensi. Selain manajemen kepengurusan PSSI Pontianak, mereka juga akan meminta Wali dan Wakil Wali Kota untuk hadir dan mempertanggung jawabkan buruknya hasil Persipon di Liga 4. (iza)
Editor : Hanif