Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sekda Kalbar: PAUD Kunci Pembentukan Karakter Generasi Muda di Era Digital

Novantar Ramses Negara • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:49 WIB

 

SAMBUTAN: Sekda Kalbar, Harisson saat menyampaikan sambutan  dialog tenaga pendidik dan orang tua murid PAUD bertema “Membentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini Melalui Pendidikan Sosial, Budaya, dan
SAMBUTAN: Sekda Kalbar, Harisson saat menyampaikan sambutan dialog tenaga pendidik dan orang tua murid PAUD bertema “Membentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini Melalui Pendidikan Sosial, Budaya, dan

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), Harisson, menegaskan pentingnya peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda. Hal itu disampaikannya saat membuka dialog tenaga pendidik dan orang tua murid PAUD bertema “Membentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini Melalui Pendidikan Sosial, Budaya, dan Agama di Era Digital” di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor BPSDM Provinsi Kalbar, Senin (9/2).

Kegiatan dialog tersebut menjadi ruang diskusi antara tenaga pendidik PAUD dan orang tua murid untuk memperkuat sinergi dalam membangun karakter anak sejak usia dini, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Harisson menyampaikan bahwa PAUD merupakan tahapan pertama anak-anak bersentuhan secara formal dengan sistem pendidikan.

“PAUD adalah tempat pertama kali pemerintah menyentuh anak-anak secara resmi. Di sinilah karakter manusia Indonesia mulai dibentuk,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di PAUD tidak menitikberatkan pada capaian akademik seperti membaca atau berhitung, melainkan pada pembentukan karakter dasar.

“PAUD bukan soal calistung. Kuncinya adalah membangun karakter, seperti menanamkan rasa sayang, disiplin, pantang menyerah, kreatif, inovatif, serta membiasakan budaya bersih dan budaya antre sejak dini,” jelasnya.

Menurut Harisson, proses pembelajaran di PAUD harus dilakukan melalui pendekatan bermain dan interaksi sosial agar anak berkembang secara optimal.

“Anak-anak belajar melalui bermain, bernyanyi, dan berinteraksi. Dari situ tumbuh imajinasi, kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri,” katanya.

Sekda Kalbar juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital, khususnya dalam penggunaan gawai.

“Sering kali anak dibiarkan bermain HP agar diam. Padahal di usia PAUD, anak justru harus banyak bergaul, berbicara, dan belajar menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penanaman nilai kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sejak dini.

“Jika sejak awal ditanamkan rasa sayang kepada sesama manusia, hewan, dan lingkungan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Harisson berharap dialog tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antara pendidik dan orang tua dalam mendidik anak di tengah perubahan zaman.

“Mari kita berembuk dan bergerak bersama untuk memperkuat karakter generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara PAUD (PP PAUD) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menyampaikan bahwa kegiatan dialog tersebut merupakan hasil kolaborasi PP PAUD Kalbar dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalbar.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi tenaga pendidik PAUD dan orang tua murid untuk memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini,” ujarnya.

Windy menegaskan bahwa PAUD merupakan tahap awal pembentukan etika dan karakter anak dalam sistem pendidikan nasional.

“Membangun generasi muda memang harus dimulai sejak usia PAUD, karena pada fase inilah anak pertama kali disentuh secara formal oleh pemerintah melalui pendidikan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan PAUD di seluruh wilayah Kalbar.

“Pada Desember 2025, PP PAUD kabupaten/kota se-Kalbar telah terbentuk sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpenyelenggara PAUD,” jelasnya.

Menurut Windy, keberhasilan pendidikan anak usia dini sangat bergantung pada kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pemerintah.

“Tenaga pendidik harus kuat, lembaga PAUD harus bersinergi, dan orang tua harus terlibat aktif dalam pembentukan karakter anak,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalbar, Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, para guru PAUD, serta orang tua murid. (mse/r)

Editor : Hanif
#generasi muda #agama #harisson #pendidikan sosial #Sekda Kalbar #PAUD #budaya