Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Fondasi dan Kayu Rapuh, Rumah Warga di Tanjung Harapan Ambrol

Ashri Isnaini • Selasa, 10 Februari 2026 | 13:58 WIB
Rumah dua lantai di Jalan Tanjung Harapan Pontianak Timur mengalami ambrol pada Senin (9/2) malam.
Rumah dua lantai di Jalan Tanjung Harapan Pontianak Timur mengalami ambrol pada Senin (9/2) malam.

PONTIANAK POST - Sebuah rumah dua lantai milik warga di Jalan Tanjung Harapan, tepatnya di samping Gang Bakran Sabar,  Pontianak Timur, mengalami ambrol pada bagian lantai atas, Senin malam (9/2). Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Rumah dua lantai tersebut diperkirakan memiliki lebar sekitar 10 meter dengan panjang kurang lebih 18 meter.

Anak pemilik rumah, Muhammad Rizal Bakri (29), mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, dia sedang berada di sekitar sungai tidak jauh dari lokasi rumah.

“Sekitar jam 11 malam itu bangunannya sudah agak terendap ke dalam. Kayak turun pelan-pelan. Terus saya dipanggil bapak-bapak yang rumahnya di belakang, katanya rumah saya roboh,” ujar Rizal kepada Pontianak Post ditemui di lokasi kejadian, Selasa (10/2).

Mendapat kabar tersebut, Rizal langsung pulang ke rumah dan melihat kondisi lantai atas bangunan sudah ambrol. Menurutnya, rumah orang tuanya tersebut telah berdiri sejak lama dan sudah ada sejak dia lahir pada tahun 1997.

“Saya kurang tahu dari tahun berapa rumah ini dibangun, tapi dari saya kecil sudah ada. Berarti sekitar saya lahir, tahun 1997,” katanya.

Menurut Rizal, kerusakan diduga kuat disebabkan kondisi fondasi dan material bangunan yang sudah rapuh, terutama pada bagian kayu penyangga.

“Fondasinya, kayunya sudah rapuh. Ini rumah dua lantai, bagian depan memang sudah lama, kalau yang belakang baru,” jelasnya.

Saat kejadian, di dalam rumah hanya terdapat adiknya yang masih duduk di bangku SMA kelas II. Sementara sang ibu sedang berada di Yogyakarta sejak Iduladha tahun lalu.

“Di rumah cuma adik saya. Mama lagi di Jogja, sudah dari Iduladha kemarin,” ucap Rizal.

Pasca-kejadian, aparat kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi. Rizal mengatakan, pemasangan garis tersebut bermula ketika seorang petugas RW yang melintas melihat kondisi rumah yang ambrol dan kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta kantor kelurahan.

“Ada pak RW lewat, lihat rumah ambruk, mungkin langsung koordinasi dengan polisi sama kantor camat, makanya dipasang garis polisi,” katanya.

Meski sebagian bangunan mengalami kerusakan, Rizal mengaku masih tinggal  di rumah tersebut. Untuk sementara, Dia menempati bagian belakang rumah yang kondisinya masih relatif baru dan aman.

“Saya masih tinggal di sini. Yang bagian belakang kan bangunan baru walau cuma dapur. Yang depan memang sudah lama, tapi masih ada kamar,” tutupnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#rumah tua #rumah ambrol #bangunan lama #Tanjung harapan