PONTIANAK POST – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya perbaruan data masyarakat miskin, penguatan tata kelola aset, serta kecepatan komunikasi publik saat melantik lima pejabat eselon dua di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Pelantikan yang digelar pada Selasa (10/2) di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak ini mengangkat Elsa Risfadona sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Mahardika Sari sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), M Akif sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Irwan Prayitno sebagai Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, dan Syamsul Akbar sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa pejabat yang dilantik merupakan hasil dari open bidding yang telah dilakukan tiga bulan sebelumnya. "Dengan dilantiknya pejabat tinggi pratama yang kosong ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memenuhi kebutuhan visi dan misi RPJMD Kota Pontianak," ujar Edi.
Ia mengingatkan agar para pejabat baru ini segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan berinovasi untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Kepada M Akif, Kepala Dinas Sosial yang baru, Edi menekankan agar Dinsos segera mengatasi permasalahan pembaruan data masyarakat miskin, gelandangan, dan masalah sosial lainnya. "Dinsos harus aktif dan responsif terhadap isu-isu di lapangan, dan harus lebih peka terhadap dinamika sosial yang terjadi," pesan Edi.
Sementara itu, bagi Mahardika Sari, yang menjabat sebagai Kepala BKAD, Edi menegaskan pentingnya pengelolaan aset milik pemerintah Kota Pontianak yang lebih efektif. "Aset yang dikelola dengan baik, baik yang sudah bebas, masih bersengketa, maupun yang akan dibebaskan, harus memiliki status yang jelas dan dikelola secara produktif untuk mendukung pembangunan daerah," lanjutnya. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara eksekutif dan legislatif dalam pengelolaan anggaran daerah.
Pada sektor komunikasi, Edi menyoroti peran strategis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam membentuk persepsi publik dan arah pembangunan Kota Pontianak. Di tengah era digital yang serba cepat dan terbuka, Edi berharap Diskominfo memanfaatkan teknologi dengan lebih cerdas. "Kominfo harus merangkul potensi anak muda dan membangun sistem pemantauan isu secara real time. Jika ada masalah di lapangan, seharusnya cepat terdeteksi dan segera dikomunikasikan," tegas Edi.
Di sektor pangan, pertanian, peternakan, dan perikanan, Edi juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kota Pontianak, yang hingga kini belum tergarap secara maksimal. "Sungai, kolam, lahan pertanian produktif, hingga lahan tidur harus dipetakan dengan rinci untuk mendukung ketahanan pangan nasional," tambahnya. Ia mendorong dinas terkait untuk tidak berpikir normatif atau terbatas anggaran, melainkan aktif berinovasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Syamsul Akbar, Kepala Diskominfo yang baru dilantik, menyampaikan akan segera mengkonsolidasi internal instansinya dan merangkul lebih banyak pihak untuk kemajuan Pontianak. "Kami berharap dukungan dan kerja sama dari kawan-kawan media, terutama wartawan, untuk menyebarluaskan kebijakan dan rencana pembangunan kepada masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Diskominfo berencana membuat regulasi mengenai tata kelola media sosial di perangkat daerah sebagai bagian dari standarisasi manajemen isu dan penyampaian informasi kepada publik. "Semua admin media sosial di perangkat daerah harus berkolaborasi dan memiliki strategi yang sama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," tutup Syamsul. (iza/r)
Editor : Hanif