Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kebakaran Lahan di Sungai Pinyuh, Tim Gabungan Terus Berjuang Meski Kondisi Semakin Sulit

Hanif PP • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:12 WIB

 

PADAMKAN API: Petugas gabungan bekerja tanpa henti dalam memadamkan api yang melanda Desa Galang pada Selasa (10/2/2026). Meski terhalang jarak dan asap pekat, semangat tim tetap membara.
PADAMKAN API: Petugas gabungan bekerja tanpa henti dalam memadamkan api yang melanda Desa Galang pada Selasa (10/2/2026). Meski terhalang jarak dan asap pekat, semangat tim tetap membara.

PONTIANAK POST - Kebakaran lahan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, masih terus berlangsung hingga Selasa malam (10/2). Api yang telah berkobar selama tiga hari berturut-turut ini memaksa tim gabungan untuk terus berjuang keras, bahkan ketika kondisi semakin menantang. Hingga pukul 17.20 WIB, tim pemadam kebakaran tetap bertahan, melanjutkan upaya pemadaman meskipun hari semakin gelap.

Budiman Very, Kepala Markas PMI Kalbar, menyampaikan, “Kami sudah tiga hari berada di sini. Semua tim bekerja bersama, saling bahu-membahu untuk memadamkan api yang terus meluas. Kami sangat mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat agar pemadaman dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah jarak yang cukup jauh antara titik api dengan sumber air. Asap pekat yang mengarah langsung ke petugas juga membuat kondisi semakin berbahaya dan sulit.

Meski demikian, semangat tim yang terdiri dari unsur BPBD Mempawah, TNI, Polri, PMI Kalbar, PMI Mempawah, Damkar Gabungan, KPH, Manggala Agni, serta relawan kebakaran tetap tinggi. Setiap anggota tim terus bekerja dengan dedikasi untuk mengendalikan api, meski terkadang dengan keterbatasan sumber daya. “Dalam keterbatasan, kami tetap saling menjaga. Semangat kekompakan antartim sangat terasa, dan itu yang membuat kami terus berjuang,” tambah Budiman.

Sementara itu, keberadaan ambulans Kalbar dan tim medis lainnya juga memastikan keselamatan petugas, yang terpapar asap pekat saat berjuang memadamkan api. Tim gabungan tetap siaga, memanfaatkan setiap momen untuk memerangi kebakaran yang mengancam Desa Galang dan sekitarnya.

Karhutla Desa Galang sendiri telah menelan korban jiwa. Hj. Pusani (65), seorang warga Desa Galang, meninggal dunia akibat gangguan pernapasan yang diperburuk oleh paparan kabut asap. Korban dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan sesak napas pada dini hari dan menjalani perawatan intensif, namun nyawanya tak tertolong.

Puskesmas Sungai Pinyuh menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat asma, yang membuatnya lebih rentan terhadap dampak kebakaran ini. "Paparan asap memperburuk kondisi pernapasan korban, hingga akhirnya menyebabkan kematiannya," ujar Kepala Puskesmas Sungai Pinyuh, Afrizal. Selain itu, sejumlah warga lainnya juga mengalami ISPA dan harus menjalani perawatan intensif.

Polisi sendiri tengah menyelidiki penyebab kebakaran. Kapolsek Setyadi mengungkapkan bahwa meskipun kebakaran diperkirakan berasal dari faktor alam atau kelalaian manusia, penyelidikan masih dilakukan. "Kami belum bisa memastikan apakah kebakaran ini terjadi karena kelalaian atau ada unsur kesengajaan dalam membuka lahan dengan cara dibakar," tegasnya.

 

Tidak Hanya di Mempawah

Karhutla tak hanya berlangsung di Mempawah. Di Kalimantan Barat sejumlah titip api dan kabut asap terus berlangsung, meski upaya pemadaman terus digencarkan oleh satuan tugas lintas sektor. Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyatakan bahwa kegiatan pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari Satgas BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan pemadam kebakaran, hingga masyarakat setempat.

“Pemadaman terus berlangsung di Kabupaten Kubu Raya, dengan lahan yang terbakar diperkirakan sekitar empat hektare. Satu hektare sudah berhasil dipadamkan, namun kondisi lahan masih berasap dan akan terus dipantau,” ujar Daniel.

Sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2026, luas lahan terbakar di Kubu Raya tercatat sekitar 55,2 hektare, dengan 25,1 hektare sudah dipadamkan dan diblokir. Di Kabupaten Kayong Utara, tim gabungan berhasil memadamkan 0,904 hektare lahan yang terbakar di Kecamatan Sukadana. Namun, kawasan yang terbakar masih berasap meski api telah berhasil dipadamkan. Di Ketapang, operasi pemadaman di Desa Sungai Besar berhasil menahan penyebaran api di 0,7 hektare dari total 1,5 hektare lahan yang terbakar, meskipun kondisi vegetasi yang sangat kering menyulitkan proses pemadaman.

Sejak awal 2026, kebakaran hutan dan lahan telah melanda sejumlah kabupaten di Kalbar, antara lain Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, Sambas, Singkawang, Sanggau, Sintang, Melawi, dan beberapa titik di Kota Pontianak. “Data luas lahan yang terbakar dan telah dipadamkan masih bersifat sementara, dan akan terus diperbarui seiring proses verifikasi lapangan,” kata Daniel. (mse)

Editor : Hanif
#tim gabungan #Sungai Pinyuh #karhutla #relawan