Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pembangunan Rumah Adat Tionghoa di Kalbar: Didukung Gubernur dan Pengusaha, Suyanto Tanjung Optimis

Deny Hamdani • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:24 WIB

 

 

PELANTIKAN: Pengurus DPP MABT Indonesia di Kalimantan Barat bersama tamu undangan saat acara pelantikan dan pengukuhan pengurus, Selasa (10/2), di Aula Novotel Hotel Pontianak.
PELANTIKAN: Pengurus DPP MABT Indonesia di Kalimantan Barat bersama tamu undangan saat acara pelantikan dan pengukuhan pengurus, Selasa (10/2), di Aula Novotel Hotel Pontianak.

PONTIANAK – Ketua DPP Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia di Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam mendukung pembangunan Rumah Adat Tionghoa (MABT Indonesia) di Kalbar. Apresiasi ini disampaikan Tanjung dalam wawancara setelah acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP MABT Indonesia, Selasa (10/2), di Pontianak.

"Saya mengapresiasi pernyataan Pak Gubernur pada sambutan kemarin. Beliau luar biasa. Soal hibah tanah sudah beliau tegaskan dan jelaskan, dan beliau sangat menepati janjinya," ujar Tanjung dengan antusias.

Meskipun proses hibah lahan untuk pembangunan Rumah Adat Tionghoa masih dalam tahapan administrasi dan pengukuran, Tanjung menilai komitmen Gubernur Ria Norsan sangat penting sebagai dukungan terhadap eksistensi dan penguatan budaya Tionghoa di Kalimantan Barat.

Tanjung juga menilai pernyataan Gubernur terkait alokasi anggaran melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat untuk pembangunan Rumah Adat Tionghoa sebagai "angin segar" bagi MABT Indonesia. "Beliau menyampaikan bahwa lewat APBD Provinsi Kalbar nanti akan dianggarkan untuk pembangunan gedung MABT. Kemudian beliau juga menghimbau para pengusaha etnis Tionghoa untuk bahu-membahu menyumbangkan sebagian dana guna menyelesaikan pembangunan tersebut," ujar Tanjung.

Optimisme Tanjung semakin kuat karena ia yakin bahwa ajakan Gubernur untuk berkontribusi akan mendapat respons positif dari pengusaha Tionghoa, baik yang berada di Kalimantan Barat maupun di luar daerah namun memiliki akar asal-usul di Kalbar. "Saya yakin pengusaha-pengusaha etnis Tionghoa di Kalbar maupun di luar Kalbar yang berasal dari sini akan memberikan kontribusi nyata. Intinya, apa yang disampaikan Pak Gubernur sangat membantu MABT Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tanjung mengungkapkan bahwa Rumah Adat Tionghoa bukan hanya akan menjadi simbol budaya, tetapi juga sebagai "rumah bersama" dalam merayakan kebinekaan dan menjaga kelestarian adat serta budaya Tionghoa di Kalimantan Barat. "Kami merasa bangga karena saudara-saudara kita dari etnis Dayak, Melayu, Madura, Bali, dan suku lainnya telah mampu membangun rumah adat budayanya,” ujar Tanjung.

Selain itu, Tanjung juga mengungkapkan keyakinannya terhadap dukungan dari Ketua Dewan Kehormatan MABT Indonesia di Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang (OSO), yang dikenal luas sebagai tokoh aktif dalam pembangunan fasilitas keagamaan dan rumah adat. "Beliau sudah banyak membangun untuk kepentingan orang banyak, baik masjid, rumah adat Melayu, rumah adat Dayak, dan berbagai rumah ibadah lainnya. Bukan hanya di Kalimantan Barat,” ujar Tanjung, yang sangat menghargai peran OSO dalam memperkuat kebinekaan di Indonesia.

Tanjung menutup pernyataannya dengan keyakinannya bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan dukungan dari komunitas serta pengusaha akan mempercepat realisasi pembangunan Rumah Adat Tionghoa di Kalimantan Barat. "Ini bukan hanya tentang gedung, tetapi tentang kebersamaan. Kalau kita bersatu, saya yakin rumah adat ini akan segera terwujud,” pungkasnya. (den)

Editor : Hanif
#Dukungan #rumah adat tionghoa #pembangunan #gubernur kalbar #Suyanto Tanjung