Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Warga Pontianak Minta Pemkot Alihkan Fokus dari Pembangunan Jalan ke Pengembangan SDM

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:43 WIB

 

Cara membuat kartu prakerja secara daring.
Cara membuat kartu prakerja secara daring.

PONTIANAK POST - Kondisi jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Pontianak sudah mencapai di atas 80 persen. Sebagian masyarakat justru berharap, di tahun ini program pemerintah dapat lebih banyak pada sektor pembangunan sumber daya manusia di bermacam sektor.

“Jalan-jalan di Kota Pontianak sudah bagus. Mungkin pengerjaannya sudah di atas 80 persen. Kalaupun masih ada, PR pengerjaan perbaikan jalan sudah tak banyak lagi. Kalau untuk jalan lingkungan, paling tinggal di jalan-jalan baru serta pinggir wilayah Pontianak,” ujar Heri, warga Pontianak, Rabu (11/2).

Sebagai masyarakat Pontianak, dia meminta agar Pemkot Pontianak mengalihkan sebagian program fisik seperti perbaikan jalan dengan program pembangunan SDM. Terlebih saat ini kondisi jalan di kota sudah bagus.

Begitu pula dengan jalan lingkungan sudah dalam keadaan mantap. Akan sayang rasanya, jika alokasi anggaran di tahun ini kembali untuk perbaikan peningkatan kualitas jalan yang sebetulnya sudah dalam keadaan baik.

Dia menyayangkan ketika tahun lalu pengerjaan jalan lingkungan sudah dilakukan di tahun ini, kenapa justru direncanakan lagi untuk ditinggikan dengan penambahan pengaspalan.

Hal yang terjadi justru mengakibatkan jalan lebih tinggi dari rumah warga. Alhasil, ketika hujan deras disertai pasang air laut, air justru masuk ke dalam rumah warga.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah mengalihkan program pengerjaan jalan yang sudah dalam keadaan bagus, untuk program lain. Seperti pengembangan SDM masyarakat Pontianak. Sasarannya bisa di segala sektor, tergantung kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan urgensi.

Anggota DPRD Kota Pontianak Rino Pandriya sependapat dengan masyarakat. Menurutnya, terdapat banyak program selain pengerjaan jalan yang mesti dilakukan untuk masyarakat Pontianak. Seperti pelatihan skil diberbagai bidang dengan leading sektor Dinas Tenaga Kerja. Bantuan pembuatan keramba pemeliharaan ikan sungai di Dinas Perikanan.

Penggarapan promosi potensi wisata Pontianak, hingga upaya pengenalan Pontianak sebagai upaya mendatangkan wisatawan luar mau ke Pontianak. “Ini bisa dilakukan. Seperti pelatihan pemandu wisata lokal,” katanya.

Dia tidak menyoalkan jika pokok pikiran dewan bisa dialihkan ke dinas lain. Dengan demikian, dewan bisa lebih fleksibel dalam menentukan pokir yang dianggap memang tepat sasaran dan mengena kepada masyarakat banyak.

Di sisi lain, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa pembangunan fisik masih menjadi prioritas strategis, khususnya di wilayah Pontianak Utara.

Pada 2025, pembangunan infrastruktur di Pontianak Utara mencapai sekitar Rp56,4 miliar. Sementara pada 2026, anggaran meningkat menjadi sekitar Rp63 miliar, termasuk untuk peningkatan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, serta penataan kawasan. 

"Anggaran tersebut belum termasuk proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota," katanya.

Menurut Edi, Pontianak Utara merupakan kecamatan terluas di Kota Pontianak dan memiliki karakteristik yang kompleks. Sekitar 40 persen wilayahnya merupakan lahan gambut, dengan dominasi kawasan pertanian, permukiman, serta aktivitas industri di sepanjang pesisir Sungai Kapuas. Dari sisi jumlah penduduk, Pontianak Utara menempati posisi kedua terbanyak setelah Pontianak Barat. 

“Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain jalan dan penerangan, Pemkot juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, seperti rehabilitasi Pasar Puring yang akan ditata menjadi kawasan waterfront, rencana pembangunan bundaran besar sebagai ikon Pontianak Utara, serta pengembangan kapasitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Pontianak Utara.

Di sektor lingkungan, Pontianak Utara juga akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu bernilai ratusan miliar rupiah. 

“Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga kawasan edukasi dan rekreasi,” terang dia.

Wali Kota juga menyoroti tantangan utama Pontianak Utara, yakni tingginya lalu lintas kendaraan berat, khususnya truk tangki dan angkutan industri.

“Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.(iza)

Editor : Hanif
#bangun sdm #perbaikan jalan #Kualitas Hidup Masyarakat #Warga Pontianak #Pemkot